Satgas Pamtas RI-RDTL Bangun Taman Baca di Hutan

NUROBO, TIMORline.com-Sebuah langkah cerdas dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara.
Langkah itu berupa pembangunan sebuah Taman Baca di hutan dengan nama Taman Baca Garuda. Tepatnya di Dusun Niamuti Desa Tniumanu Kecamatan Laenmanen Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mengapa taman baca ini dibangun di hutan dan diberi nama Garuda, inilah penjelasan Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara Mayor Inf Hendra Saputra.
“Kita bangun taman baca ini di hutan, di antara kampung yang satu dengan kampung yang lain, yang menjadi daya tarik sendiri bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang setiap hari lewat di sini”, kata Mayor Hendra saat peresmian taman baca ini, Selasa (11/06/2019).
Menurut Mayor Hendra, taman baca ini akan selalu dikunjungi anak-anak sekolah. Sebab, setiap hari pergi atau pulang sekolah, selalu melewati Taman Baca Garuda.

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara Mayor Hendra Saputra saat meresmikan Taman Baca Garuda di Dusun Niamuti Desa Tniumanu Kecamatan Laenmanen Kabupaten Malaka, Selasa (11/06/2019).

Kepada warga setempat, Mayor Hendra mengingatkan untuk selalu mendorong anak-anak rajin membaca terutama dengan memanfaatkan Taman Baca Garuda.
“Taman baca ini milik masyarakat di sini. Sehingga, anak-anak sekolah dan masyarakat di sini harus menjaga, merawat dan memanfaatkannya secara optimal. Taman baca ini dapat dikunjungi kapan saja dan siapa saja, siang atau malam”, tandas Mayor Hendra.
Master lulusan Universitas Padjadjaran Bandung ini menjelaskan pula, taman baca ini diberi nama Garuda karena selalu mengingatkan akan ke-Indonesia-an kita.
“Ini Indonesia dan kita Indonesia. Kita berbatasan dengan negara Timor Leste dan Australia. NKRI itu harga mati bagi kita”, kata Mayor Hendra.
Untuk mendukung taman baca ini, Satgas Pamtas dalam waktu akan menyumbangkan sebuah generator yang dapat dimanfaatkan di taman baca dan ditarik ke rumah-rumah warga setempat.
Dukungan ini sekaligus menjawab kondisi riil masyarakat setempat yang hingga saat ini belum memiliki penerangan listrik.
Tokoh masyarakat Desa Tniumanu Nikolas Nana menyambut baik kehadiran taman baca ini. Sebab, dengan membaca anak-anak melihat dunia ini seperti apa.
Tetapi, menurut Nikolas, untuk saat ini anak-anak sekolah hanya bisa membaca di Taman Baca Garuda pada siang hari.

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 741/Garuda Nusantara Mayor Hendra Saputra pose bersama wartawan Malaka. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

“Taman baca ini pasti sepi pada malam hari, tidak ada pengunjung, karena tidak ada lampu penerangan listrik. Kalau pun harus datang membaca, pasti pakai pelita”, kata Nikolas.
Buku-buku yang ada di taman baca ini beragam. Ada buku-buku umum dan profil berupa tokoh-tokoh daerah, pejuang dan pahlawan nasional.
“Buku profil Bupati Malaka juga ada di sini. Tolong anak-anak baca buku ini sehingga anak-anak tahu sejarah daerah dan pemimpinnya. Jangan sampai besok-besok anak-anak tidak tahu sejarah daerah dan pemimpinnya”, tandas Mayor Hendra.
Saat peresmian, Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara Mayor Hendra Saputra diterima secara adat berupa tarian likurai yang dibawakan 10 penari ibu-ibu, tutur adat di depan tenda acara yang dibawakan tiga tokoh adat dan tarian bidu ucapan selamat datang oleh beberapa gadis Orang Muda Katolik (OMK).
Gaudensiana Luan, salah satu penari likurai mengapresiasi kehadiran Taman Baca Garuda di dusunnya dan kerja-kerja Satgas Pamtas lainnya.
“Terimakasih TNI, terimakasih Satgas Pamtas”, kata Gaudensiana sambil tertawa.
Ikut diresmikan adalah hasil bedah rumah ke-11, sebuah program kemanusiaan yang diusung Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara. Kali ini, yang ketiban bedah rumah adalah Sius Fahik.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang copy