Ketua NU Malaka: Idul Fitri Bangkitkan Semangat Kemanusiaan

BETUN, TIMORline.com-Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malaka Zaenal Muttaqin menjelaskan, Idul Fitri artinya kembali suci. Kembali suci ini diperoleh  umat Islam setelah umat Islam selama sebulan penuh diwajibkan berpuasa serta membersihkan diri dari dosa.

“Setelah berpuasa, umat Islam kembali suci pada saat Idul Fitri”, tandas Zaenal yang dihubungi TIMORline.com melalui akun WhatsApp-nya, Selasa (04/06/2019) malam.

Zaenal dihubungi terkait perayaan Hari Raya Idul Fitri bagi  umat Islam pada Rabu (05/04/2019).

Zaenal menjelaskan, umat Islam diajarkan dalam puasa  bagaimana rasanya orang yang haus dan lapar. “Rasa haus dan lapar itulah yang akan  membangkitkan semangat kemanusiaan untuk saling membantu saudara kita baik yang seagama maupun yang tidak  seagama dalam  kehidupan kita. Bila semangat kemanusiaan ini timbul untuk saling membantu   akan muncul pula hidup rukun terutama untuk membina keharmonisan dan keanekaragaman yg ada di sekitar kita”, katanya.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malaka ini,  toleransi harus dijunjung tinggi, hormat-menghormati dan saling menjaga untuk  tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

“Kita harus saling menjaga  dalam setiap momen  keagamaan supaya dicontohi daerah lain”, demikian Zaenal.

Sesuai pantauan TIMORline.com, sesaat sebelum berita ini ditayangkan, umat Islam di Kota Betun dan sekitarya melakukan takbiran bersama di mesjid. Sedangkan Shalat Id akan dilakukan Rabu (05/06/2019) pagi pukul 06.00 wita di Lapangan Umum Betun.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *