oleh

Gugus PAUD Motadikin-Malaka Lepas 71 Lulusan

-Pariwisata-136 views

BETUN, TIMORline.com-Gugus Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Motadikin Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa  (04/06/2019), melepas 71 lulusan. Selanjutnya, orangtua  diharapkan dapat membawa dan  melanjutkan pendidikan anak-anak ke jenjang Sekolah Dasar (SD).

Ke-71 anak itu berasal dari PAUD Kasih Ibu 3  Kotafoun sebanyak 22 orang, PAUD Maria Helena Tabene sebanyak 22 orang, PAUD Paulus Sisilia Manumuti sembilan orang, PAUD Bunda Natraen  delapan orang dan PAUD Ratu Rosari Suai 10 orang.

Penyerahan sertifikat kepada lulusan PAUD. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Pelepasan anak-anak ini ditandai dengan penyerahan sertifikat PAUD  kepada masing-masing anak. Sertifikat diberikan Pastor Paroki Bolan Romo Yosef Meak, Pr, Joseph Nahak dan Maria Fatima Seuk Kain.

Maria Kain sebagai perwakilan pengelola PAUD dalam sambutannya mengingatkan

orangtua yang hadir untuk  mendidik dan merawat anak-anak mereka menjadi anak-anak yang baik.

Maria yang akrab disapa Merry itu mengharapkan orangtua pula untuk memberikan makanan bergizi dan menyekolahkan anak-anak.

“Anak-anak diberi makanan bergizi supaya bertumbuh menjadi anak yang sehat dan disekolahkan supaya menjadi anak yang pintar”, tandas Merry.

Merry juga mengingatkan para orangtua bahwa untuk masuk SD, anak-anak harus punya surat keterangan atau sertifikat atau ijazah PAUD.

“Anak yang tidak sekolah PAUD, tidak diterima di SD”, katanya.

Merry juga  berharap orangtua selalu  menanamkan disiplin bagi anak-anak sejak dini yang dimulai dari rumah.

“Dengan disiplin, kita harap anak-anak  berguna bagi masyarakat, nusa, bangsa dan gereja”, demikian Merry.

Pastor Paroki Bolan Romo Yosef Meak, Pr (baju merah), Ketua Pusat Kegiatan Gugus PAUD Wehali Kecamatan Malaka Tengah Serfinus Seran Berek (baju kotak-kotak hitam) dan pengurus gereja Gabriel Mawar (baju garis-garis biru) pose bersama anak-anak lulusan PAUD. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Ketua Pusat Kegiatan Gugus PAUD Wehali Kecamatan Malaka Tengah Serfinus Seran Berek menjelaskan,  melalui pendidikan PAUD, anak-anak diarahkan untuk tahu tentang agama dan lingkungannya.

Selain itu, pendidikan fisik anak harus diperhatikan.

“Anak-anak tidak boleh diperlakukan dengan cara-cara kekerasan. Nanti perkembangan fisik mereka juga selalu menampakkan kekerasan”, kata Serfinus.

Pelepasan anak-anak ini diawali perayaan misa syukur yang dipimpin Pastor Paroki Bolan Romo Yosef Meak, Pr di Stasi Kotafoun.

Dalam kotbahnya, Romo Yosef mengingatkan orangtua, para tutor dan pengelola PAUD untuk mendidik anak-anak menjadi pintar dan berkepribadian.

“Mendidik anak menjadi anak yang berkepribadian harus dimulai sejak dini. Ibarat kayu, anak-anak bisa diluruskan saat masih kecil atau muda. Kalo sudah tua, saat diluruskan malahan patah”, begitu Romo Yosef.

Pastor Paroki Bolan Romo Yosef Meak, Pr pose bersama anak-anak lulusan PAUD. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Romo Yosef lebih jauh mengajak orangtua untuk bersama-sama bersyukur kepada Tuhan yang sudah menganugerahkan anak-anak kepada para orangtua.

Selain itu, orangtua diminta untuk berterimakasih kepada pemerintah yang telah menyiapkan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan anak di sekolah.

“Kita harus mendidik anak-anak menjadi anak-anak yang baik untuk bangsa dan gereja”, demikian Romo Yosef.

Pelepasan anak-anak PAUD kali ini bertema: Kesuksesan selalu Bersama menuju Gerbang Masa Depan yang Gemilang.

Sesuai kesaksian TIMORline.com, mengawali kotbahnya, Romo Yosef menanyakan anak-anak tentang cita-citanya. Antara lain menjadi pastor atau suster.

Romo Yosef juga memberi kesempatan kepada anak-anak itu untuk berdoa Bapa Kami dan Salam Maria. Ada yang bisa mengucapkannya. Ada  yang tidak bisa sama sekali. Lainnya malahan mengucapkan doanya tidak sempurna.

Untuk acara ini, anak-anak serba adat. Anak-anak berpakaian adat tenunan dan memakai penutup kepala warna-warni dipadu baju putih atau kebaya. Orangtua juga demikian.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar