oleh

Di Sikka, Bupati Tugaskan 1.265 ASN menjadi Tenaga Pendamping Dusun

MAUMERE, TIMORline.com-Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menugaskan 1.265 Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi Tenaga Pendamping Dusun (TPD) pada ratusan dusun yang tersebar di 147 wilayah desa di Kabupaten Sikka.
Penugasan ASN lingkup Pemkab Sikka menjadi TPD ini disampaikan Bupati Sikka, saat membuka kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGR) Tingkat Kabupaten Sikka pada Selasa (28/05/2019) pagi di Dusun Wara Desa Koro Bhera Kecamatan Mego.
“Mereka disebut abdi rakyat, abdi negara, rakyat yang mana yang mereka abdi. Tidak jelas. Supaya jelas maka mereka akan dialokasikan 2-3 orang untuk satu dusun. Bekerja sampai pensiun. Sudah pensiun baru pamit Pak Bupati, pamit warga dusun”, ungkap Bupati Robi Idong.
Dengan mencontoh langkah Presiden Jokowi mengirim pendamping desa ke setiap desa seluruh Indonesia. Sehingga, dirinya selaku Bupati Sikka akan mengirimkan ASN untuk menjadi Tenaga Pendamping Dusun.
Selama lima tahun menjabat Bupati Sikka, ASN haruslah berkinerja langsung kepada rakyat dengan menjadi pendamping dusun yang baik dan benar.
”Semua penilaian kinerja ASN yang bersangkutan, nilai tertingginya ada pada pendampingan dusun”, ungkap Bupati Robi Idong.
Ia menjelaskan, jika ASN tidak mendampingi dengan baik, masyarakat di dusun tersebut hidup tidak sejahtera maka yang disalahkan terdahulu adalah para pendamping dusun.
“Teman-teman ASN jangan merasa beban. Tetapi lihatlah pengabdian. Upahnya besar di surga”, katanya.
Ia melanjutkan, untuk tugas pendampingan dusun, pihaknya tidak menyiapkan anggaran khsusus tetapi semua sumber daya yang ada pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan memperhatikan tugas-tugas pendampingan dusun.

Acara pelantikan ASN Tenaga Pendamping Dusun di Kabupaten Sikka.

Dalam acara BBGRM di Dusun Wara, juga dibacakan SK Penugasan ASN menjadi Tenaga Pendamping Dusun, dengan rincian tugasnya, yakni:

1.Melakukan Pendataan profil KK berdasarkan aplikasi yang telah ditetapkan.
2.Menggerakkan dan memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan di wilayahnya.
3.Membantu masyarakat dalam mengartikulasikan kebutuhannya dan membantu mengidentifikasi masalahnya.
4.Membantu masyarakat mengembangkan kapasitas agar dapat menangani masalah yang dihadapi secara efektif
5.Mendorong dan meyakinkan para pembuat keputusan untuk benar – benar mendengar, mempertimbangkan dan peka terhadap kebutuhan masyarakat.
6.Melakukan pekerjaan purnah waktu untuk menghadiri pertemuan atau musyawarah, membantu kelompok masyarakat dan memperoleh akses terhadap pelayanan yang dibutuhkan.
7.Memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari berbagai pihak terkait.
8.Membantu menjembatani masyarakat dalam mengkomunikasikan harapan kebutuhan dengan pihak terkait.
9.Membantu pemerintah kabupaten dalam mensinergikan perencanaan pembangunan dengan kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya.
10.Melakukan kordinasi dengan pihak-pihak terkait (instansi pemerintah maupun swasta) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
11.Mendata setiap kondisi yang terjadi (faktual/nyata) yang sedang dialami masyarakat dusun.
12.Melaporkan setiap perkembangan dalam pelaksanaan setiap pendampingan dusun.
Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: kumparan

Komentar