Kadinkes Malaka Minta Masyarakat Waspadai Malaria

BETUN, TIMORline.com-Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malaka Paskalia Frida Fahik meminta masyarakat setempat untuk selalu mewaspadai terjadinya malaria.
“Masyarakat tidak boleh lengah karena malaria tidak pernah bilang dan selalu terjadi setiap saat”, demikian Kadis Frida kepada media di Aula Susteran SSpS Betun, belum lama ini.
Menurut Kadis Frida, malaria dapat dieliminasi. Tetapi, semua pihak harus terlibat di dalamnya. Baik pihak medis, pemerintah, organisasi profesi seperti Persatuan Ahli Laboratorium Medik Indonesia (Patelki), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan masyarakat.
“Semua kita harus berkolaborasi untuk mengeliminasi malaria”, tandas Kadis Frida.
Kadis Frida dan seluruh kekuatan paramedis di Kabupaten Malaka bertekad mengeliminasi malaria tetapi tidak bisa hanya orang kesehatan sendiri. Sebab, malaria ditularkan nyamuk. Sehingga, semua elemen harus berperan mengeliminasi malaria. Antara lain tidak buang sampah sembarang, membersihkan semak belukar, genangan air dan tidur menggunakan kelambu.
Selain itu, kata Kadis Frida, perlu ada penyuluhan keliling dan pelayanan puskesmas.
“Badan panas itu salah satu gejala malaria. Jadi, bagi mereka terutama anak-anak yang badan panas, segera bawa ke Puskesmas untuk diperiksa dokter. Jangan sudah kritis baru bawa ke Puskesmas, itu sangat berbahaya”, demikian Kadis Frida.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Patelki NTT Simeon Penggoam secara terpisah mengatakan, pelayanan kesehatan termasuk eliminasi malaria di setiap daerah dan di mana pun harus dilakukan secara kolaboratif.
“Orang medis seperti bidan atau perawat atau ahli laboratorium secara profesi sekali pun tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Semua pemangku kepentingan harus terlibat”, kata Simeon.
Bahkan, menurut Simeon, sekali pun ada ahli, pelayanan kesehatan butuh fasilitas kesehatan yang bermutu.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang copy