Pemdes Railor Tahak Habiskan Rp500 Juta Lebih untuk Pembangunan TPT

BETUN, TIMORline.com-Pemerintah Desa (Pemdes) Railor Tahak Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga tahun anggaran menghabiskan dana sebesar Rp500 juta lebih untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Abrasi Air Laut.
TPT ini terbentang sepanjang wilayah Dusun Nuau menuju Dusun Debunaruk berbentuk muara.
Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Railor Tahak Wilfridus Seran kepada TIMORline.com di kediamannya, Kamis (30/05/2019).
Kades Wilfridus menguraikan, pada tahun anggaran 2017, pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp250 juta lebih untuk pembangunan TPT di Dusun Nuau sepanjang 110 meter.
Selanjutnya, pada 2018, dialokasikan lagi anggaran untuk pembangunan TPT sebesar Rp168.816.638,00 atau Rp168,8 juta. Volume pekerjaannya sepanjang 50 meter, di Dusun Nuau. Sedangkan pada tahun anggaran 2019 ini, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta lebih untuk volume pekerjaan sepanjang 85 meter dari Dusun Nuau menuju Dusun Debunaruk.
Menurut Kades Wilfridus, pembangunan TPT itu sangat membantu masyarakat kedua dusun. Sebab, setelah pembangunan TPT itu, masyarakat Dusun Debunaruk bisa hidup nyaman.
“Mereka tidak resah lagi. Mereka sudah rasa nyaman. Sebab, sebelum TPT itu dibangun, pergerakkan air laut sangat mengganggu warga Dusun Debunaruk. Tanah di sekitar rumah warga terkikis pelan-pelan. Sampai-sampai ada rumah warga yang nyaris rubuh,” tandas Kades Wilfridus.
Kades Wilfridus berpendapat, pembangunan TPT itu sangat bermanfaat bagi warganya. Setidaknya, menurut Kades Wilfridus, TPT dapat melindungi penduduk dan membatasi pergerakan air. Selain itu dapat
mengurangi keresahan masyarakat dan mencegah banjir.
“Sekarang warga sudah nyaman”, demikian Kades Wilfridus.

Tempat Martina Hoar berdiri inilah yang akan dibangun TPT tahun ini. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Martina Hoar, salah satu warga Dusun Nuau yang ditemui TIMORline.com di lokasi TPT, mengakui bahwa sejak TPT dibangun, pergerakkan air bisa dibatasi. Warga juga sudah nyaman dan tidak resah lagi.
“Sekarang sudah baik. Warga tidak resah. Kalau tidak, setiap kali air laut pasang, masyarakat sangat resah. Mereka tidak nyaman. Sebab, di sekitar rumah warga pasti terjadi longsor dan abrasi”, tandas Martina.
Dana pembangunan TPT ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2017, 2018 dan 2019. Pelaksanaannya dilalukan secara swakelola.
Sesuai pantauan TIMORline.com, TPT itu menghubungkan Dusun Nuau menuju Debunaruk. Lokasinya berbentuk muara yang membelah empat dusun dengan dua dusun lainnya dari enam dusun yang ada di desa itu. Di atas TPT itu dibangun sebuah jembatan desa. Di bawah jembatan dan sepanjang muara terlihat beberapa anak usia sekolah sedang mencari ikan dan udang dengan menebar jala masing-masing.
Di samping kiri-kanan muara terdapat tebing yang sudah dibuatkan tembok penahannya.
Sedangkan di lokasi yang masih berbentuk tebing tanah, terdapat tumpukan material berupa batu kali yang direncanakan digunakan untuk membangun lanjut TPT pada tahun ini.
Di bibir TPT ini terdapat pasar mingguan desa. Tampak seorang bapak sedang menjajakan jualannya berupa pisang beberapa sisir di bale-bale.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *