oleh

Warga Perbatasan Timor Minta Bantuan Pengobatan dari Pos Oepoli

-Nusantara-27 views

BETUN, TIMORline.com-Warga Perbatasan Timor di wilayah Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengalami sakit meminta pengobatan dari Tim Medis Pos Oepoli Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara.
Permintaan itu dilakukan Adriana Kolo, warga Oepoli Tengah Kabupaten Kupang, Rabu (29/05/2019).
Pada lagi harinya, Pos Oepoli Tengah didatangi Adriana Kolo yang sudah berusia 69 tahun. Kedatangan warga Dusun Naktuka ini ingin berobat karena sakit kepala yang setelah diperiksa tensi darahnya 90/70.
Mendapat permintaan itu, jajaran Pos Oepoli Tengah langsung bertindak dengan melayani Adriana. Seusai berobat, Adriana langsung meminta anggota pos yang ada untuk mengobati suaminya, Miquel Falo (72 tahun) di rumahnya. Tetapi, Miquel tidak bisa datang sendiri ke pos karena sedang sakit akibat bekas operasi ginjal di perutnya. Sementara Adriana sendiri tidak bisa berbahasa Indonesia. Dia hanya bisa menggunakan bahasa Dawan sehingga Pratu Hebron yang kebetulan juga putra daerah harus menjadi penerjemah.

Istri Miquel Falo, Adriana Kolo bersama anak-anak saat di Pos Oepoli Tengah.

Informasi itu kemudian dilaporkan Bintara Kesehatan (Bakes) Kipur II Serda Hamdi Afifus Sulton. Selanjutnya dilaporkan kepada Dankipur II Kapten Inf Miswanto
Kapten Inf Miswanto kemudian bersama-sama dengan Serda Hamdi Afifus Sulton dan Pratu Boanerges didampingi Adriana berangkat ke Naktuka untuk membantu suami Adriana, Miquel Falo.
Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara Mayor Inf Hendra Saputra dalam rilisnya yang diterima TIMORline.com di Betun, Rabu (29/05/2019) sore, menjelaskan, untuk ke wilayah Naktuka perlu sangat berhati-hati karena wilayah tersebut termasuk wilayah sengketa.
Karena itulah, tim medis Pos Oepoli Tengah yang datang ke sana menggunakan pakaian preman. Untuk sampai di rumah pasangan Miquel Falo-Adriana Kolo, tim medis Pos Oepoli Tengah harus menempuh menghabiskan waktu sekira 40 menit berjalan kaki. Setiba di rumah, ternyata Miquel sedang tergeletak di tanah beralas tikar sambil meringis kesakitan.
“Selama ini kita tidak melanggar aturan penugasan dan fungsi pokok sebagai penjaga kedaulatan negara. Tetapi, kalau ada warga yang meminta bantuan kami, pasti kami segera bantu, apalagi yang berkaitan dengan nyawa seseorang”, demikian Mayor Hendra.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar