Ahli Waris Rosalia Bui Mendapat Santunan Rp11,15 Juta dari Kopdit Pintar Malaka

BETUN, TIMORline.com-Ahli waris Rosalia Bui mendapat santunan sebesar Rp11.150.000 atau Rp11,15 juta dari Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air (Pintar) Cabang Malaka di sela-sela perayaan ekaristi kudus penguburan Rosalia di Dusun Kada Desa Lakekun Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (27/05/2019).
Yang memberikan santunan itu adalah Ketua Cabang Kopdit Pintar Cabang Malaka Yoseph Nahak melalui Ludovikus Taolin disaksikan Mikhael selaku manajer Kopdit Pintar Cabang Malaka. Sedangkan ahli waris Rosalia Bui yang menerima santunan tersebut adalah Emanuel Bau, salah satu putera Rosalia Bui (almh).
Pihak Kopdit Pintar Cabang Malaka memberikan santunan itu menyusul meninggalnya Rosalia Bui pada Jumat 24 Mei 2019 dan dikuburkan pada Senin 27 Mei 2019.
Yoseph Nahak selaku Ketua Kopdit Pintar Cabang Malaka dalam kata pengantarnya sesaat sebelum menyerahkan santunan tersebut menjelaskan, setiap anggota Kopdit Pintar selalu mendapat santunan saat meninggal.
“Santunan itu diberikan kepada ahli warisnya”, kata Yoseph.
Bagi Yoseph, santunan yang dijamin Kopdit Pintar bagi semua anggotanya dimaksudkan untuk membantu meringankan keluarga duka melalui ahli warisnya. Karena itulah dia mengharapkan warga Kabupaten Malaka yang belum menjadi anggota Kopdit Pintar, sesegeranyalah menjadi anggota.
Ludovikus Taolin yang menyerahkan santunan itu mengingatkan Emanuel Bau selaku ahli waris bersama-sama dengan saudara yang lain duduk bersama dan bicarakan baik-baik kalau mau menggunakan uang yang diterima.
Penyerahan santunan ini didahului perayaan ekaristi kudus yang dipimpin Romo Erwin Asa selaku Pastor Paroki Kada, didampingi Romo Yunus Bouk dan Pater John Eduard. Perayaan ekaristi dihadiri ratusan umat baik dari keluarga besar Bani-Bani maupun Lakekun, para sahabat dan kenalan.
Setelah perayaan ekaristi, dilanjutkan dengan penguburan yang didahului ritual adat terhadap anak-anak maupun di rumah adat.
Emanuel Bau selaku wakil keluarga dalam sambutannya mengungkap kembali berbagai nasehat ibundanya kepada anak-anak semasa hidupnya.
Antara lain, kutip Emanuel, dalam hidup jangan melihat ke atas langit tapi lihatlah ke bumi. Sebab, langit tak mungkin dijangkau, sedangkan bumi adalah tempat berpijak hari-hari.
“Bila bertemu orang di jalan, berikanlah senyummu, sebab setiap senyummu tidak akan merogoh isi sakumu”, demikian Emanuel.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: bisa copy