Bupati Ende Meninggal di RS Siloam Kupang

KUPANG, TIMORline.com-Bupati Kabupaten Ende Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Ir Marsel YW Petu meninggal dunia pada Minggu (26/05/2019) pagi. Ia diduga kuat terkena serangan jantung.
Bupati dua periode ini dinyatakan meninggal dunia saat mendapat penanganan pertama di IGD RS Siloam Kupang sekira pukul 02.17 Wita.
Almsrhum Bupati Marsel terkena serangan jantung saat berada di rumah salah satu kerabat yang juga merupakan politisi PDI Perjuangan Cen Abubakar di Jalan Kosasih 15 Bonipoi, Kecamatan Kota Lama Kupang pada Minggu dini hari.
Cen Abubakar pada Minggu pagi menceritakan, pada Sabtu malam sekira pukul 23.30 Wita, almarhum Bupati Marsel mampir di rumahnya setelah makan malam bersama dengan Ketua dan wakil ketua DPRD Kabupaten Ende, bersama seorang staf dan ajudan di Kampung Solor.
Awalnya, almarhum bupati sempat meneleponnya dan menjanjikan untuk mampir usai makan malam di Kampung Solor karena kebetulan jarak antara tempat makan dengan rumahnya hanya 100-an meter.
“Kebetulan di rumah saya lagi dengan teman-teman partai. Telpon itu sekitar jam setengah sepuluh sampai jam sepuluh,” ujar Cen yang saat itu bersama Emy Nomleni.
Ia mengatakan, saat itu Bupati Marsel mengungkapkan keinginannya untuk mampir di rumah karena saat itu sedang ada pertemuan informal dengan beberapa politisi PDI Perjuangan.
“Hampir setengah 12, beliau datang nimbrung. Datang dengan ketua DPRD Ende, Wakil Ketua DPRD Ende, salah satu staf dan ajudan, datang cerita santai, masih cerita sama ibu Emi,” jelas mantan anggota DPRD NTT itu.
Menurut Cen, saat itu Bupati Marsel banyak bercerita tentang keinginan dan mimpinya menjadikan Ende sebagai pusat Pancasila dengan berbagai gebrakan yang sedang dibangun, di antaranya festival peringatan Hari Kelahiran Pancasila serta pembangunan monumen Pancasila di Puncak Gunung Meja.
Ia mengisahkan, detik-detik terakhir sebelum terkena serangan jantung, almarhum Bupati masih tampak sehat
“Saat jatuh, beliau duduk di kursi. Itu sekira jam satu (01.00 Wita) lebih, dan jatuh di pangkuannya mama Emi (Emilia Nomleni) yang duduk persis di sebelahnya,” cerita Cen.
Usai kejadian itu, ia bersama beberapa orang lainnya langsung melarikan Bupati Marsel pakai mobil pribadi ke RS Siloam.
“Sampai sini (RS Siloam) jam 1.20, jam 2.17 saya lihat jam, dokter bilang sudah meninggal,” kata Cen.
Menurut perkiraannya, saat mereka tiba di RS Siloam, ia sempat melihat Bupati Marsel menarik nafas dua kali. Ia melanjutkan, secara medis dokter berusaha untuk menolong selama satu jam.
Emi Nomleni yang dimintai komentarnya tampak belum mampu untuk mengungkapkan perasaannya. Ia tampak tenang namun wajahnya tidak dapat menyembunyikan rona kehilangan dan shok.
Usai dilakukan pemulasaran di ruang jenazah RS Siloam Kupang, jenazah almarhum Bupati Ende dibawa untuk disemayamkan sementara di rumah Kasimirus Kolo, anggota DPRD Propinsi NTT di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo Kota Kupang.
Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: pos-kupang.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *