Seminar Sehari Patelki Malaka: Eliminasi Malaria Butuh Kolaborasi semua Pemangku Kepentingan

BETUN, TIMORline.com-Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malaka drg Paskalia Frida Fahik menegaskan, eliminasi malaria di Kabupaten Malaka dan di mana pun butuh kolaborasi semua pemangku kepentingan.
Sebab, urusan eliminasi malaria bukan hanya tanggungjawab orang kesehatan.
Penegasan itu disampaikan Kadis Paskalia saat membuka kegiatan Seminar dan Sumpah Profesi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Kabupaten Malaka di Aula Susteran SSpS Betun, Sabtu (25/05/2019).
Seminar ini mengambil thema: Meningkatkan Peran Aktif ATLM Dalam Rangka Eliminasi Malaria di Kabupaten Malaka Tahun 2023.
Menurut Paskalia, kerja mengeliminasi malaria bukan hanya tanggungjawab dokter dan paramedis pada umumnya tetapi membutuhkan kerjasama semua pemangku kepentingan masyarakat.
“Semua kita saling melengkapi. Ada dokter, perawat, bidan, ahli tenaga laboratorium medik (ATLM), pasien dan pemerintah setempat”, tandas Paskalia.

Khusus ATLM, Kadis Paskalia mengaatakan, kerja-kerja analisis mereka sangat penting. Sebab, dari hasil analisis yang mereka lakukan terhadap pasien akan diketahui seorang pasien menderita malaria atau penyakit lain.
“Nyamuk ada di mana-mana. Kalau eliminasi terjadi di Malaka tapi nyamuknya ada di Kefa atau Soe, bisa saja nyamuk masuk lagi di Malaka karena lingkungan kita tidak bersih. Sebab, masalah malaria itu berbasis lingkungan”, kata Kadis Paskalia.
Baginya, secara organisasi, bisa saja Patelki siap melakukan eliminasi malaria tapi terbentur dengan lingkungan. Sebab, lingkungan kita belum terurus dengan baik.
“Kondisi ini bisa diperparah dengan kesiapan logistik yang kurang atau bahkan tidak ada, seperti obat-obatan atau kelambu. Belum lagi kalau ATLM-nya maunya kerja sendiri, tidak mau berbagi kerja dengan teman”, demikian Kadis Paskalia.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Patelki Propinsi NTT Simeon Penggoam menekankan adanya kerjasama ATLM dengan semua pemangku kepentingan dalam melaksanakan tugas.
“Egoisme diri yang berlebihan harus dihindari. Sebab, kerja ATLM itu tidak mudah, terutama dalam mengeliminasi malaria,” kata Simeon.
Untuk menghilangkan egoisme ATLM saat bertugas, Simeon menyebut adanya tiga syarat penting, yakni knowledge (pengetahuan), skill (ketrampilan) dan attitude (sikap).
Untuk meningkatkan pengetahuan, urai dosen Poltekkes Kemenkes Kupang ini, para ATLM bisa mengikuti berbagai kegiatan seminar, workshop atau kegiatan ilmiah kesehatan lainnya baik di kabupaten atau propinsi.
Melalui organisasi Patelki, harap Simeon, anggotanya yang adalah ATLM, bisa mengundang narasumber yang berkompeten untuk sama-sama melakukan diskusi atau seminar, dan lain sebagainya.
“Anggota Patekli bebas mengembangkan diri. Sehingga, cita-cita untuk mengeliminasi malaria,. misalnya, bisa tercapai”, tandas Simeon.
Ketua DPC Patelki Kabupaten Malaka Adeltrudis Bria Seran bersama teman-temannya berkomitmen membantu mengeliminasi malaria di Kabupaten Malaka.
Meskipun demikian, Adeltrudis bersama teman-teman mengharapkan adanya dukungan, dorongan dan motivasi Dinkes Malaka bersama lintas sektor di Malaka.
“Kerjasama dan motivasi itu penting untuk menggairahkan kami membantu mengeliminasi malaria di Kabupaten Malaka pada 2023”, demikian Adeltrudis.
Sebelum seminar, terlebih dahulu Simeon Penggoam selaku Ketua DPW Patekli Propinsi NTT mengambil sumpah pengurus DPC Patekli Kabupaten Malaka Periode 2019-2023.
Penulis/Editor:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *