Satgas Pamtas Pos Fatuha Temukan 125 Liter BBM

BETUN, TIMORline.com-Anggota Pos Fatuha Kipur III Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara menemukan 125 liter bahan bakar minyak (BBM) di sekitar wilayah Desa Alas Kecamatan Kobalima Timur Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (22/05/2019).
Dalam rilis yang diterima TIMORline.com, Kamis (23/05) malam, Komandan Satgas Pamtas RI-RDTLSektor Barat Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara Mayor Hendra Saputra mengungkapkan, penemuan 125 liter BBM itu adalah hasil patroli rutin pengendapan di sekitar areal sektor kiri.
Patroli ini dilakukan anggota pos berkekuatan delapan personil dipimpin Komandan Pos Fatuha Letda Inf. Muhammad Nur. Saat ini barang bukti diamankan di Pos Fatuha dalam keadaan lengkap.
Awalnya, anggota terdepan saat patroli melaporkan kepada Komandan Pos Letda Inf Muhammad Nur kalau ada bau bensin yang menyengat. Atas laporan itu, Letda Muhammad langsung memerintahkan anggota patroli untuk berpencar mengadakan pengecekan di sekitar wilayah tersebut yang merupakan hutan pohon jati.
Dalam sekejap, tim menemukan sebuah timbunan batang kayu dan dahan pohon yang mencurigakan. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan 25 jerigen berukuran lima liter sejumlah 125 liter yang disusun rapi dan disembunyikan di tempat yang banyak pepohonan.
Hasil temuan itu kemudian dilaporkan kepada Komandan Kipur III Satgas Pamtas RI – RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN Kapten Inf Sulaiman Siregar dan meneruskan laporan penemuan tersebut kepada Komandan Satgas.
Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra kemudian memerintahkan anggota patroli untuk melakukan pengecekan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Tetapi, anggota patroli tidak menemukan orang. Kuat dugaan, disinyalir BBM tersebut baru dikumpulkan pemiliknya untuk diselundupkan ke Timor Leste.
Karena itulah Mayor Hendra memerintahkan Pasi Intel Lettu Czi Sunaryo selaku Pasi Intel Satgas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat untuk mengamankan barang bukti tersebut sebelum dikumpulkan di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat.
Menurut Mayor Hendra, melewati batas negara tidak sama dengan ke kampung seberang.
“Memang, warga perbatasan kedua negara masih bersaudara, kekerabatan suku tidak bisa dihapuskan begitu saja meski sudah berbeda negara. Namun beda negara, artinya beda wilayah dan hukum. Hal yang mungkin masih belum disadari warga perbatasan yaitu tak ada kekerabatan di mata hukum”, kata Mayor Hendra.
Bagi Mayor Hendra, apa pun bentuknya, penyelundupan adalah ilegal. “Kami memastikan, setiap barang keluar masuk harus sesuai prosedur. Banyak masyarakat yang belum sadar hukum sehingga masih terjadi usaha penyelundupan. Sebagai penjaga perbatasan, kami terus konsisten menunjukan kesungguhan kami sampai semua dinyatakan selesai,” demikian Komandan Satgas Pamtas Mayor Hendra.
Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang copy