Air Tergenang Sepanjang Jalan Tiga Kecamatan di Kabupaten Malaka

BETUN, TIMORline.com-Hujan terus mengguyur Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini. Dampaknya, air tergenang di sepanjang jalan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Malaka Tengah, Sasitamean dan Laenmanen.
Letaknya di ruas jalan propinsi Umasakaer Desa Bakiruk Kecamatan Malaka Tengah menuju Nurobo Desa Tesa Kecamatan Laenmanen.
Sesuai pantauan TIMORline.com, Kamis (24/05/2019), di Kecamatan Malaka Tengah, misalnya, genangan air di jalanan terdapat di puluhan titik di wilayah Desa Kateri terlebih di Dusun Batara. Genangan air berbentuk kubangan ini terlihat sangat merusak badan jalan. Selain berbentuk legong, juga melebar di badan jalan. Kondisi ini membuat para pelintas harus ekstra hati-hati. Bila tidak, bisa jatuh.
Kondisi serupa bisa disaksikan di wilayah Desa Builaran Kecamatan Sasitamean. Di Dusun Harekain, misalnya, terdapat satu kubangan besar. Tepatnya di depan Sekretariat Pimpinan Partai Golkar Desa Builaran. Letaknya hanya beberapa meter dari SDK Harekain.

Genangan air di Dusun Harekain Desa Builaran Kecamatan Sasitamean. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Kubangan besar ini sebetulnya sudah lama ada. Pelintas harus hati-hati di sini. Baik saat musim hujan maupun musim panas. Tetap membahayakan.

Di dusun tetangga Desa Manulea Kecamatan Sasitamean, tak jauh dari pertigaan Fatukro, terdapat genangan air berbentuk kubangan besar. Hanya menyisakan sisi kiri-kanan jalan untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.
Tak jauh dari titik ini, terdapat kubangan yang diisi batu kali dan potongan kayu sepanjang 50 sentimeter. Meski begitu, air masih tergenang dan tingginya melampaui batu-batu dan kayu-kayu yang ada. Permukaan jalan kelihatan becek sekali. Jalanan hanya menyisakan sisi kiri-kanan untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Kondisi serupa terlihat di sejumlah titik di dusun ini.

Jalan yang tergenang air di dekat pertigaan Fatukro Desa Manulea Kecamatan Sasitamean. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Masih di Desa Manulea, di Dusun Fatubesi ada sebuah kubangan yang terlihat sudah diupayakan penimbunannya menggunakan pasir dan batu. Letaknya tepat di depan sebuah kios. Tetapi, masih juga terdapat genangan air.
Masih di desa ini, genangan air terdapat di Dusun Tabonat. Tepatnya di sepanjang rumah keluarga Gabriel Bere Laka. Terlihat ada upaya penimbunan menggunakan batu-batu berukuran kecil. Tetapi, rupanya batu-batu kecil itu dibuang-buang warga setempat saat membersihkan halaman rumah.
Di Dusun Klatun Desa Bisesmus Kecamatan Laenmanen, tepatnya di batas wilayah dengan Desa Umutnana Kecamatan Sasitamean, terdapat beberapa titik genangan air berdekatan. Terlihat becek sekali dan sangat mengancam nyawa pelintas. Kondisi serupa bisa dilihat sesudah perkampungan Dusun Klatun dari arah Umasakaer-Nurobo.
Di hutan jati dan mahoni antara Klatun dan pertigaan Uabau, ada pula beberapa titik genangan air.
Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dalam berbagai kesempatan meminta partisipasi Pemerintah Desa untuk menimbun jalan berlubang dan genangan air sepanjang jalan di wilayah desa masing-masing.
Bahkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka selalu menyediakan material berupa batu dan pasir di dalam truk dinas instansi tersebut untuk menimbun jalan-jalan berlubang yang dilewati kendaraan truk dinas tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Kabupaten Malaka Laurens Haba yang dihubungi TIMORline.com, mengatakan, ruas jalan Umasakaer-Nurobo merupakan jalan propinsi. Sehingga, pengerjaan dan perawatannya menjadi kewenangan pihak propinsi. Tetapi, warga Malaka sebagai pemilik wilayah harus merasa memilikinya. Karena itu, pihaknya selalu mendorong masyarakat melalui pemerintah desa untuk memperhatikan jalan yang berlubang-lubang, termasuk yang tergenang air saat hujan, dan belukar yang ada di bahu jalan.
“Pak bupati tidak suka jalan berlubang, genangan air di badan jalan dan belukar di bahu jalan”, tandas Laurens.
Sebagai solusi, menurut Laurens, pemerintah desa dan warganya selalu didorong untuk menimbun badan jalan yang berlubang, termasuk yang tergenang air, dan membersihkan belukar di bahu jalan.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *