oleh

Builaran Layak menjadi Desa Adat di Malaka

-Pariwisata-402 views

BUILARAN, TIMORline.com-Salah satu desa di Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Desa Builaran diputuskan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadi desa adat.
“Keputusan pemerintah pusat menjadikan Builaran sebagai desa adat adalah keputusan yang tepat. Sehingga, nantinya nama Desa Builaran tidak lagi menggunakan nama Desa Builaran tapi Desa Adat Builaran”, tandas Pj. Kepala Desa (Kades) Builaran Yohanes Bria di ruang kerjanya, Sabtu (18/05/2019).
Menurut Yohanes, Builaran memang layak menjadi desa adat. Sebab, situs-situs adat antara lain kuburan para Raja Liurai Malaka mulai dari Raja Liurai Malaka I sampai dengan Raja Liurai Malaka XIV ada di Builaran.
“Makam raja-raja Builaran, semuanya ada di Builaran”, kata Yohanes.
Yohanes yang biasa disapa John itu menambahkan, selain situs makam para Raja Liurai Malaka, di rumah adat atau Tafatik Liurai Malaka ada tongkat Kerajaan Liurai Malaka.
Sesuai sejarahnya, kisah John, pada zaman raja-raja, Builaran merupakan pusat kerajaan di Timor. “Tongkat Kerajaan Liurai Malaka yang ada di Tafatik merupakan bukti bahwa Builaran pada zamannya merupakan pusat Kerajaan Timor”, demikian John.
Sekretaris Desa Builaran itu menambahkan, tongkat Kerajaan Liurai Malaka saat ini dipegang Raja Liurai Malaka XV Dominikus Kloit.
“Kita tetap menjaga situs makam dan tongkat kerajaan yang ada. Kita akan promosikan terus melalui even-even budaya dan wisata yang ada di Malaka”, demikian John.
Hal Kemendagri memutuskan Desa Builaran menjadi Desa Adat Builaran dipastikan Pj. Kades John setelah menerima Surat Keputusan (SK)-nya dari pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Malaka, belum lama ini.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar