19 Peserta Ujian SDI Baunakan Dipastikan Lulus 100 Persen

BAUNAKAN, TIMORline.com-Kepala SDI Baunakan Markus Kiik di Desa Tunabesi Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan 19 peserta Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2018/2019 di sekolahnya lulus 100 persen. Dari 19 peserta itu, sembilan orang di antaranya laki-laki, sedangkan perempuan 10 orang.
Hal ini ditegaskan Markus kepada TIMORline.com di ruang kerjanya, Kamis (16/05/2019).
Markus memastikan hal itu karena sebelum pelaksanaan UN, para siswa dan siswi di sekolahnya diberi pelajaran tambahan pada sore hari oleh para guru mata pelajaran.
“Ada tiga mata pelajaran yang diuji secara nasional, yakni mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sehingga, penyusunan dan pemeriksaan soal ujian dilakukan di pusat. Sedangkan mata pelajaran lainnya disusun dan diperiksa di sekolah”, kata Markus.
Meskipun memastikan anak-anak asuhnya lulus 100 persen, Markus masih memegang teguh pesan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (PKPI) Kabupaten Malaka Petrus Bria Seran bahwa kepala sekolah dan guru-guru harus ingat anak-anak. Sebab, mereka sudah sekolah enam tahun.
Mengutip Kadis Petrus, Markus menegaskan, anak-anak harus lulus tapi jangan diluluskan.
“Mutu sekolah harus diperhatikan. Mutu lulusan juga begitu”, demikian Markus.
Bagi Markus, mutu lulusan itu penting. Sebab, semua lulusan asal sekolahnya wajib lanjutkan sekolah menengah pertamanya di SMP Negeri Satu Atap (SATAP) Baunakan.
“SMP ini kan satu atap. Jadi, semua lulusannya wajib lanjutkan di SMPN SATAP Baunakan sini”, kata Markus.
Selama tiga tahun terakhir, prosentase kelulusan 100 persen selalu diraih sekolah ini.
“Prosentase kelulusan ini kita pertahankan. Sehingga, guru-guru harus tertib dan disiplin masuk kelas. Guru tidak boleh membiarkan anak-anak bermain pada jam-jam sekolah. Tetapi, harus selalu ada pelajaran”, demikian Markus.
Saat ini, SDI Baunakan memiliki sembilan guru. Tujuh orang di antaranya pegawai negeri sipil (PNS), satu guru K2 dan satu tenaga kontrak daerah (teda).
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *