Kejar Bintang Lima, RST Wirasakti Kupang Kaji Banding Akreditasi di Malaka

BETUN, TIMORline.com-Untuk mengejar rating akreditasi bintang lima, pihak manajemen Rumah Sakit Tentara (RST) Wirasakti Kupang melakukan kaji banding akreditasi di Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, ibukota Kabupaten Malaka, Kamis (09/05/2019).
Tim Akreditasi RST Wirasakti Kupang ini dipimpin langsung Kepala RST Wirasakti Kupang Mayor CKM dr. Aan Riswandi dan diterima Kepala RSUPP Betun dr. Oktelin Kaswadie bersama tim akreditasinya di Aula Kantor Bupati Malaka.
Kepala RST Wirasakti Kupang dr. Aan mengatakan pihaknya sudah lama merindukan akreditasi bintang lima. Tetapi, susah sekali. Sedangkan RSUPP Betun sebagai rumah sakit baru malahan sudah mendapatkannya.
“Kami kejar dan ingin mendapatkan bintang lima jauh di sana tetapi kami mampir dulu di Malaka. Kenapa RSUPP Betun begitu mudah mendapatkan bintang lima. Kalau pun bukan bintang lima, setengah bintang saja juga tidak apa-apa”, kata dr. Aan yang mendapat tepukan tangan tim akreditasi kedua rumah sakit yang hadir memenuhi Aula Kantor Bupati Malaka.
Menurut dr. Aan, kehadiran timnya di RSUPP Betun untuk belajar dan mendapatkan ilmu yang dimiliki manajemen RSPP Betun dengan pertanyaan dasar bagaimana caranya RSUPP Betun mencapai rumah sakit paripurna atau rumah sakit bintang lima.
“Kami ingin belajar, menuntut ilmu dan mencuri ilmu dari RSUPP Betun untuk perjalanan RS Wirasakti ke depan. Kami tidak malu,” ujarnya.

Seorang bidan pada RSUPP Betun sedang memberikan safety briefing kepada tim akreditasi RST Wirasakti Kupang dan RSUPP Betun di Aula Kantor Bupati Malaka, Kamis (09/05/2019). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Dijelaskan, awalnya selaku pimpinan RST Wirasakti mendapat informasi dari seorang dokter yang sebelumnya pernah tugas di RSUPP dan sekarang tugas di RS Wirasakti karena mengikuti suami.
Atas informasi itu, Aan langsung berkoordinasi baik dengan tim akreditasi RS Wirasakti maupun pimpinan RSUPP untuk melakukan kaji banding akreditasi di RSUPP Betun.
“Jadi, kami minta manajemen RSUPP Betun untuk membantu kami dan memberikan ilmu yang selama ini dimiliki sehingga kami bisa meraih bintang,” selorohnya.
Kepala RSUPP Betun dr. Oktelin Kaswadie berterimakasih kepada RS Wirasakti Kupang yang menjadikan RSPP Betun tempat belajar dan menimba ilmu.
“Kami sangat berterimakasih atas kepercayaan RS Wirasakti Kupang untuk datang belajar di sini. Kami akan memberikan ilmu yang kami miliki sambil kita tetap belajar bersama-sama,” ujarnya.
Menurut Oktelin, untuk mencapai bintang lima memang sulit tetapi yang paling sulit adalah mempertahankan predikat paripurna ini”, tandas Oktelin.
Menurut Oktelin, untuk mencapai bintang lima atau akreditasi paripurna ini harus berkorban. Disebut, setidaknya Rp300 juta dihabiskan untuk itu. Tetapi, pihaknya selalu disuport Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran.
“Bagi bupati saya, untuk pasien tidak ada alasan tidak ada uang. Suport dan motivasi pak bupati ini tidak pernah berhenti”, katanya.
Dukungan lain yang disediakan Pemkab Malaka adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di semua bangsal. Antara lain dokter ahli, dokter spesialis, dokter umum dan paramedis.

Oktelin juga berkesempatan menggambarkan profil RSUPP Betun dari waktu ke waktu sejak 2005 dibangun hingga kebijakan-kebijakan Pemkab Malaka terkait program kesehatan di Kabupaten Malaka sejak awal kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran.
Bupati Malaka Stefanus Bria Seran mengaku senang dan sangat bangga karena banyak rumah sakit yang mau datang dan belajar bersama-sama di RSUPP Betun. “Hal ini menjadi nilai tambah dan kontribusi tersendiri bagi perjalanan daerah ini”, kata Bupati Stefanus dalam rilis Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Malaka yang diterima TIMORline.com di Betun, Jumat (10/05/2019).
Bupati Stefanus menjelaskan, predikat akreditasi paripurna yang diperoleh RSUPP Betun merupakan hasil kerja keras dan kerjasama semua pihak melalui proses yang panjang.
Sebab, sebelum manajemen RSUPP Betun mendapat predikat ini pun belajar dari beberapa rumah sakit yang ada di Indonesia, kemudian menerapkannya sesuai standar sehingga pada akhirnya memperoleh pengakuan ini.
“Keberhasilan yang sudah dicapai RSUPP Betun bukan hasil mimpi semalamĀ  tetapi melalui proses belajar dan perjuangan yang panjang”, tandas mantan Kadis Kesehatan NTT itu.
Di bidang kesehatan, kata Bupati Stefanus, Pemkab Malaka meminta pendampingan tim pakar dari Pusat Kebijakan dan Management Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, Tim Pakar Kesehatan dan Tim dari Dinas Kesehatan Propinsi NTT, untuk mendampingi, berdiskusi dan membenahi hal-hal teknis terkait manajemen kesehatan.
Pemkab Malaka sendiri sebagai pemilik rumah sakit selalu mensuport dengan menyediakan fasilitas, baik gedung, peralatan maupun sumber daya manusia yang handal dan berkompeten di bidangnya.
Mantan Kadis Kesehatan Sumba Timur itu berharap pihak manajemen RSPP Betun terus membuka diri bagi rumah sakit yang lain bisa belajar.
Setiap kunjungan rumah sakit lain hendaknya menjadi cambuk untuk mempertahankan keberhasilan yang sudah dicapai. Tetapi, yang lebih penting, bagaimana mengimplementasikan apa yang tertuang dalam dokumen akreditasi demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
Selama April dan Mei ini, RSUPP Betun sudah menerima kunjungan tim akreditasi dari RS Katolik Marianum Halilulik, RSUD Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan terakhir RST Wirasakti Kupang.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *