oleh

Rakyat Indonesia ‘Little Soekarno’ Menggugat Protes Malaysia

-Nusantara-25 views

KUPANG, TIMORline.com-Puluhan organisasi sipil yang menamakan diri Rakyat Indonesia Menggugat menyatakan protes kepada pemerintah Malaysia. Protes itu terkait proses peradilan atas Adelina Sau sebagai tenaga kerja wanita (TKW) asal Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)-Indonesia dan majikannya di Penang.

Dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan Rakyat Indonesia Menggugat di Kupang pada 5 Mei 2019, Adelina Sau disebut-sebut selalu mendapat perlakuan tidak layak selama bekerja di rumah majikannya. Dalam  proses hukum, majikan malahan dibebaskan. Karena itulah Rakyat Indonesia Menggugat yang menamakan diri ‘Little Soekarno’ itu  berpendapat kalau Adelina sedang diperlakukan tidak adil. Sehingga, banyak pihak perlu bergerak untuk mencari dan memberikan keadilan bagi Adelina.

Berikut Pernyataan Sikap lengkap Rakyat Indonesia Menggugat sebagai protes kepada Pemerintah Malaysia :

  1. Kami meminta agar Perdana Menteri Mahathir Mohamad perlu memberikan perhatian lebih terhadap proses peradilan Adelina Sau, karena kasus ini merupakan tanda umum tentang pentingnya menjaga martabat kemanusiaan, terlebih kepada para pekerja asal Indonesia, khususnya dari Nusa Tenggara Timur yang bekerja di Malaysia. Solidaritas ‘Little Soekarno’ sangat kami butuhkan saat ini, karena itu kami rakyat Indonesia meminta agar PM Mahathir Mohammad tidak berdiam diri melihat ketidakadilan yang sedang terjadi di tanah Tuan;
  2. Kami menuntut agar Pemerintah Indonesia segera mendorong banding terhadap kasus ini yang dibatasi waktu 14 hari setelah putusan dibuat pada tanggal 19 April 2019. Pemerintah Presiden Joko Widodo seharusnya aktif memperjuangkan hak buruh migran yang teraniaya di negeri orang. Karena hanya dengan cara ini maka kewarganegaraan para buruh migran diperjuangankan. Selama mereka dibiarkan mati layaknya hewan, hak mereka sebagai warga negara sedang diabaikan. Pemerintahan Presiden Jokowi hingga saat ini belum menunjukkan kemajuan berarti dalam melindungi para buruh migran, baik ketika mereka berada di Indonesia, maupun ketika sudah berada di Luar Negeri.
  3. Kami menuntut agar Pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk bekerjasama menyelesaikan persoalan hak-hak buruh migran asal Indonesia baik dalam kerangka hubungan bilateral maupun kerjasama regional ASEAN.  Kemiskinan yang menjadi alasan para buruh merantau ke Malaysia, seharusnya tidak ditanggapi dengan sewenenang-wenang dan mengabaikan hak hidup secara layak.
  4. Kasus Adelina Sau seharusnya menjadi tonggak pemulihan martabat manusia, dan bukan malah dijadikan aksi brutal dengan membiarkan persoalan ketidakadilan dipraktekan secara banal dan liar, dengan cara mengabaikan saksi-saksi kunci maupun ketidakmauan pengadilan setempat untuk menggali fakta-fakta hukum yang memungkinkan hakim mendapatkan informasi yang memadai. Kami menuntut agar Kasus Adelina Sau diperhatikan secara saksama.

Di akhir pernyataan ini, Rakyat Indonesia Menggugat menyatakan, protes dan tuntutan ini disampaikan karena adanya pengabaian nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Adelina Sau adalah seoarang manusia yang teraniaya. Ia layak mendapat keadilan. Sehingga, sudah selayaknya kerjasama bilateral antara kedua negara maupun kerjasama regional dalam wadah ASEAN mampu merumuskan hal-hal penting untuk melindungi warga rentan yang bekerja sebagai buruh migran”, tulis Rakyat Indonesia Menggugat.

Pernyataan ini dikeluarkan di Kupang pada Minggu (05/05/2019) dan ditandatangani pimpinan 74 lembaga dan organisasi.

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar