oleh

74 Organisasi Sipil ‘Little Soekarno’ Minta Malaysia Jamin Adelina Hidup Layak

-Nusantara-41 views

KUPANG, TIMORline.com-Sedikitnya 74 organisasi sipil yang peduli buruh migran menyatakan protes kepada Pemerintah Malaysia yang saat ini dikendalikan Perdana Menteri Mahathir Mohammad.

Mereka tergabung dalam Rakyat Indonesia Menggugat dengan menamakan diri Little Soekarno memrotes Pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohammad. Mereka meminta Malaysia menjamin adanya hidup layak bagi Adelina Sau yang bekerja pada majikannya di Penang.

Berikut ke-74 organisasi sipil ‘Little Soekarno’ itu :

  1. BPP (Badan Pembantu Pelayanan) Advokasi Hukum dan Perdamaian Sinode GMIT
  2. IRGSC (Institute Resource of Governance and Social Change)
  3. JRUK Kupang (Jaringan Relawan untuk Kemanusiaan)
  4. SBMI NTT (Serikat Buruh Migran Indonesia)
  5. KampungNTT (Komunitas Penulis Kompasiana Kupang NTT)
  6. GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia-Cabang Kupang)
  7. OPSI NTT (Organisasi Perubahan Sosial Indonesia)
  8. PERMASI (Perhimpunan Mahasiswa Sikka)
  9. YSPI (Yayasan Sosial Penyelenggaraan Ilahi) Kupang
  10. Komisi Keadilan dan Perdamaian CMF
  11. KFK (Komunitas Film Kupang)
  12. FORMMULLA (Forum Mahasiswa Muslim Lamba Leda)
  13. PERMATA (Perhimpunan Mahasiswa Lembata)
  14. PERMASNA (Perhimpunan Mahasiswa Asal Nagekeo)
  15. GEPSI (Gerakan Pemuda Sikka)
  16. KEMMAS Kupang (Kelompok Mahasiswa Maumere Sa Ate)
  17. HIPMAD Kupang (Himpunan Mahasiswa Pelajar Dolulolong)
  18. SHI Kupang (Sekolah Harmoni Indonesia)
  19. PMKRI Cabang Kupang (Perhimpunan Mahasiswa Katolik)
  20. 20 PIAR Kupang (Pengembangan Inisiativ dan Advokasi Rakyat)
  21. JPIT Kupang (Jaringan Perempuan Indonesia Timur)
  22. Rumah Harapan Kupang
  23. LK FKIP UKAW (Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) UNKRIS Artha Wacana KupanG
  24. LMND KLB (Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi
  25. CAM (Colo Teme Art’s Movemevent)
  26. IMMALA Kupang (Ikatan Mahasiswa asal Malaka)
  27. WALHI ED NTT (Wahana Lingkungan Hidup Eksekutif Daerah NTT)
  28. KOMPAK Kupang (Komunitas Peace and Maker)
  29. Komunitas Talepo
  30. Komunitas Dialektika Kupang
  31. IPPB (Ikatan Pemuda Pelajar Baranusa)
  32. Rumah Mentari Kupang
  33. IKMMAB (Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai Barat)
  34. PERMADA (Perhimpunan Mahasiswa Ngada)
  35. IM3 (Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai)
  36. Komunitas Leko Kupang
  37. Komunitas Lopo Mileneal
  38. BEMJ Pend Sosiologi Universitas Muhamadiyah
  39. Serikat Pekerja Nasional
  40. IPELMEN (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Ende) Kupang
  41. PERMAWI (Perhimpunan Mahasiswa Wewiku) Kupang
  42. Asosiasi Lopo Demokrasi.
  43. BEMF HUKUM Universitas Muhammadiyah Kupang
  44. BEM POLITEKNIK NEGERI KUPANG
  45. PERMAHI Kupang (Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia)
  46. PMII Cabang Kupang (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia)
  47. PIKUL (Penguatan Institusi dan Kapasitas Lokal)
  48. SKOLMUS (Sekolah Multimedia untuk Semua)
  49. LALI (Lembaga Ata Lanta Indonesia)
  50. IKAMABAN (Ikatan Mahasiswa asal Amnuban)
  51. PERMATAR Kupang (Perhimpunan Mahasiswa Mataru)
  52. Komunitas Peduli BMI NTT
  53. FPR NTT (Front Perjuangan Rakyat)
  54. Gaharu Institute
  55. ORMAWA UNDANA
  56. HIPMMAS KUPANG (Himpunan Mahasiswa Soa)
  57. KEMAH Solor (Kelompok Mahasiswa asal Solor)
  58. PADMA Indonesia
  59. JARNAS ANTI TPPO
  60. POKJA MPM
  61. HIMTAB Kupang (Himpunan Mahasiswa Tasifeto Belu)
  62. IMPN Kupang, (Ikatan Mahasiswa Pelajar Ndoso)
  63. HPMLT (Himpunan Pelajar Mahasiswa Lafo Tana)
  64. PERMABAR (Perhimpunan Mahasiswa Manggarai Barat)
  65. PERMASKKU (Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang)
  66. FMN Cabang Kupang (Front Mahasiswa Nasional)
  67. IKMAHWEIL (Ikatan Mahasiswa Welai Lembur)
  68. IKMAR NTT (Ikatan Mahasiswa Nusa Lontar)
  69. HIPMALA Kupang (Himpunan Mahasiswa Lasi Olat)
  70. IPMALAYA (Ikatan Pemuda Pelajar asal Lamboya)
  71. KABAR BUMI NTT (Keluarga Besar Buruh Migran)
  72. AGRA NTT (Aliansi Gerakan Reforma Agraria)
  73. Aliansi Advokat Peduli Human Trafficking
  74. Lakmas Cendana Wangi NTT (*)

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar