Ini Kata Sri Hanna setelah Dilantik menjadi Ketua Hipercci NTT

KUPANG, TIMORline.com-Kepala Ruang ICU pada RSUD SK Lerik Kota Kupang Sri Hanna Wijiati, Minggu (05/05/2019), dilantik menjadi Ketua Himpunan Perawat Critical Care Indonesia (Hipercci) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelantikan dillakukan Ketua Hipercci Pusat Aliana Dewi, S.Kep, MN.
Hadir pada acara ini, pengurus Hipercci pusat, Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Propinsi NTT Aemilianus Mau, S.Kep, Ns, M.Kep, sejumlah direktur dan kepala rumah sakit.

Ketua Hipercci NTT terlantik Sri Hanna Wijiati, A.Md.Kep usai pelantikan mengatakan, Hipercci adalah organisasi profesi yang  mempunyai keahlian di bidang critical care baik dalam pelayanan maupun di institusi pendidikan.

 

Pelantikan Sri Hanna Wijiati menjadi Ketua Hipercci NTT di Kupang, Minggu (05/05/2019).

“Pelantikan ini memberi isyarat bahwa para perawat di area kritis mempunyai peran penting untuk menjadikan perawat critical care yang profesional dan berkualitas,” kata Hanna.

Hanna mengatakan, organisasi Hipercci ini berada di bawah naungan DPW PPNI NTT. Organisasi ini pertama didirikan pada 7 Nopember 2000 di Jakarta. Kehadirannya di NTT merupakan Hipercci yang ke-25 di tanah air.

Hanna menjelaskan, Hipercci adalah organisasi profesi yang  mempunyai keahlian di bidang critical care baik dalam pelayanan maupun di institusi pendidikan.

“Organisasi ini berada di bawah naungan DPW PPNI NTT”, katanya.

Hanna yang juga adalah Kepala Ruang ICU RSUD SK Lerik Kota Kupang ini menyampaikan terima kasih kepada DPW PPNI NTT yang selalu mendampingi sejak awal yakni Kongres Hipercci NTT pada 6 April 2019 yang dihadiri pula perwakilan dari 17 rumah sakit di NTT.

Pelantikan pengurus Hipercci NTT ini dirangkaikan dengan seminar sehari bagi para perawat.

Ketua Hipercci NTT Sri Hanna Wijiati. (Foto: Istimewa).

Menurut Hanna, seminar ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan para perawat critical care dalam pelayanan.

“Perawat Critical Care adalah perawat yang biasa bertugas merawat pasien di ruangan ICU, TICU, NICU, ICCU dan HCU di rumah sakit”, kata Hanna.

Seminar Keperawatan ini menghadirkan pembicara, Ketua Hipercci Pusat Aliana Dewi, S.Kep, M.N yang membawakan materi: Implementasi SNARS di area Critical Care, salah satu Pimpinan Pengurus Hipercci Pusat Ns. Bambang Herwansyah, S.Kep membawakan materi: Ruang Lingkup Pelayanan Perawat Critical Care.

Seminar berthema, “Strategi dalam menurunkan angka kematian menggunakan early warning score (EWS) dan Code Blue System“.

Ketua Hipercci Pusat Aliana Dewi mengatakan, Hipercci ke depan menghadapi tantangan berat, bukan hanya dilantik lalu tidak ada kegiatan.

“Kita sebagai anaknya PPNI, wajib membuat standar kompetensi di ICU sama. Kalau standar pelayanan sama, pelayanan di rumah sakit pun semakin baik. Kita bahu-membahu untuk meningkatkan kompetensi di Critical Care atau di area kritis,” demikian Aliana.

Berikut susunan pengurus Hipercci NTT Periode 2019-2024:

Ketua : Sri Hanna Wijiati, A.Md.Kep,
Sekretaris : Yohana Y. Nalle,A.Md. Kep
Bendahara : A.C. Irma M.Tae Lake,SST

– Ketua Bidang Organisasi: Simson Nenoliu,A. Md. Kep
– Ketua Bidang Diklat dan Penelitian : Felipus Stefen Ndun, S.Kep,Ns,M.Kep
– Ketua Bidang Kesejahteraan : Petrus Kale Te, S.Kep,Ns
– Ketua Bidang Layanan Keperawatan : Ricky Yohanes Olla,S. Kep, Ns.
– Ketua Bidang Hukum san Humas : Stefania G. Bano,S. Kep, Ns. (*)

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang copy