Tokoh Adat Malaka Tengah: Pemilu Serentak 2019 Berlangsung Transparan dan Demokratis

BETUN, TIMORline.com-Tokoh adat Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan, Pemilu Serentak 17 April 2019 berlangsung aman, damai, transparan dan demokratis.

“Suasana kehidupan berdemokrasi seperti ini harus dipertahankan di masa-masa mendatang”, demikian tokoh adat Kenaian Fatuaruin Andreas Tey Seran saat dihubungi TIMORline.com di Betun, Minggu (05/05/2019).

Tokoh adat Kenaian Fatuaruin Andreas Tey Seran.

Menurut Andreas, Pemilu Serentak 2019 ini memang pertama kali dialami masyarakat Kecamatan Malaka Tengah. Tetapi, semua tahapan pemilu ini berlangsung tanpa masalah apa pun.

Bahkan, hingga Rapat Pleno di Tingkat Kabupaten Malaka yang saat ini sedang berlangsung, suasana tetap kondusif.

“Ada perbedaan pendapat selama berlangsungnya rekapitulasi penghitungan perolehan suara. Tetapi, itu hanya dinamika rapat. Pimpinan sidang dan forum bisa mengendalikan diri dan saling menerima dan selalu berakhir dengan solusi”, tandas Andreas.

Andreas yang akrab disapa Na’i Kiik itu menjelaskan, dinamika rapat berupa penyampaian pendapat yang disusul tanggap-menanggap pendapat membuktikan adanya transparansi para penyelenggara pemilu, para politisi dan masyarakat.

Tokoh masyarakat Malaka Tengah Fransiskus Seran.

“Kita harap suasana ini menjadi kehidupan berdemokrasi di Kabupaten Malaka dan Kecamatan Malaka Tengah pada khususnya”, demikian Na’i Kiik.

Fransiskus Seran, tokoh masyarakat Kecamatan Malaka Tengah, mengatakan, Pemilu Serentak 2019 berlangsung sangat dinamis.

Padahal, sebetulnya surat suara yang jumlahnya lima sudah merupakan masalah tersendiri. Ada surat suara untuk memilih presiden-wakil presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

“Tetapi, saat pemilihan tidak ada masalah. Masyarakat bisa memilih dengan aman tanpa masalah apa pun”, katanya.

Frans melihat, suasana pemilu yang damai dan aman di Kecamatan Malaka Tengah tidak terlepas dari dukungan pihak TNI/Polri dan masyarakat.

“Kita harap kerjasama dan kekompakan antara semua unsur masyarakat yang ada ini tetap dipertahankan dan berkelanjutan”, demikian Frans.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *