Penyidik Kejati NTT Periksa Mantan Gubernur Frans Lebu Raya

KUPANG, TIMORline.com-Mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Kamis (02/05/2019). Pemeriksaan itu dilakukan dalam status hukumnya sebagai  saksi. Ini terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung NTT Fair.

Gedung NTT Fair dibangun mulai Mei 2018 dengan anggaran Rp31 miliar. Tetapi sampai batas waktu yang ditentukan, yakni Desember 2018, proyek belum rampung.

Frans Lebu Raya yang saat ini menjadi calon legislator PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) NTT-1 ini sendiri tiba di Kantor Kejati NTT sekira pukul 08.50 Wita. Dia diantar Wakil Ketua DPD PDIP NTT Nikolaus Fransiskus bersama sejumlah staf pribadi.

Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat tiba di Kantor Kejati NTT, Kamis (02/05/2019).

Dia diperiksa di ruang Tipikor Kejati NTT sekira dua jam. “Saya ditanya tentang tugas sebagai seorang gubernur, terus dalam kaitan dengan pembangunan NTT Fair itu perannya seperti apa,” ujarnya.

Dia juga ditanya apakah pernah mengintervensi proyek NTT Fair. Atas pertanyaan itu, sebagaimana diungkapkannya kepada media, “Saya bilang tidak”.

Penyidik juga memeriksa Sekreta­ris Daerah NTT Benediktus Polo Maing dalam kasus yang sama. Benediktus tiba di Kejati NTT sekira pukul 14.00 wita dan langsung menuju ruangan penyidik. Kepada wartawan, Benediktus mengatakan pembangunan Gedung Fair belum rampung. “Sejauh ini memang belum rampung,” ujarnya.

Selain itu, penyidik juga memeriksa mantan ajudan Frans Lebu Raya, Aryanto Rondak, dan ajudan Sekretaris Daerah NTT, Ari Bait.

Kepala Seksi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim mengatakan, Lebu Raya ditanya seputar masalah administrasi proyek tersebut. “Semua saksi berpeluang tersangka. Penetapan tersangka dalam bulan ini, tetapi tentunya nanti sesuai hasil penyidikan,” demikian Abdul Hakim.

Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *