Umat Muslim Malaka Jadi Contoh Toleransi Umat Beragama

BETUN, TIMORline.com-Umat Muslim Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat apresiasi tinggi dari Deken Malaka Romo Edmundus Sako, Pr selaku pimpinan gereja katolik lokal tertinggi di wilayah itu.
Apresiasi ini diungkapkan Romo Edmundus di hadapan ratusan umat katolik di Gereja Paroki Santa Maria Fatima Betun sesaat sebelum menutup Perayaan Hari Minggu Paskah, Minggu (21/04/2019).
Romo Edmundus kepada umat katolik yang hadir menjelaskan, umat Muslim terutama para haji dan uztad telah mengambil peran dalam Jalan Salib Hidup Paskah 2019 dengan menjaga keamanan.
“Apa yang dilakukan para haji dan uztad ini merupakan contoh toleransi yang baik dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Malaka”, tandas Romo Edmundus yang mendapat tepukan tangan meriah dari umat.
Dia berharap umat katolik juga melakukan hal yang sama saat umat muslim merayakan hari-hari besar keagamaan mereka.
Romo Edmundus   menyampaikan apresiasi yang sama di hadapan umat katolik  pada Perayaan Misa  Hari Jumat Agung dan Sabtu Alleluya.
Sesuai kesaksian TIMORline.com, pada Jumat (19/04/2019) pagi, Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Kabupaten Malaka Zaenal Muttaqin (bukan Zainal seperti diberitakan sebelumnya, red)  langsung memimpin belasan haji dan uztad untuk menjaga keamanan selama berlangsungnya Jalan Salib Hidup Paskah 2019 yang dilakukan umat katolik setempat.
Danramil 1605-04/Betun Mayor (Kav) Tasdiq Prawoto menyalami para haji dan uztad yang menjaga keamanan Jalan Salib Hidup Paskah Umat Katolik 2019  di Betun, Jumat (19/04/2019). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Bersama para haji dan uztad NU, ikut menjaga keamanan jalan salib ini adalah TNI/Polri, Pol PP dan Dinas Perhubungan setempat.

Jalan Salib Hidup ini diprakarsai Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Fatima Betun dan dipimpin Romo Edmundus Sako selaku pastor paroki.
Untuk kegiatan ini, sejak  pukul 07.00 wita, para haji dan uztad itu sudah berada di depan jalan masuk ke gereja Paroki Betun. Mereka mengenakan atribut NU berupa topi dan baju kemeja batik warna hijau dipadu selendang tenunan Malaka.
“NU terlibat dalam kegiatan seperti ini sudah sejak 2016. NU bersama umat muslim dan non muslim berusaha tetap hidup rukun dengan menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Malaka”, kata  Zaenal.
Pemuda Ansor sebagai organisasi sayap otonom NU juga terlibat dalam kegiatan jalan salib kali ini.
Ketua Pemuda Ansor Kabupaten Malaka Yulianto mengatakan, keterlibatan Pemuda Ansor bersama-sama dengan NU merupakan komitmen organisasi untuk tetap menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
“Kita tidak menginginkan terjadinya  hal-hal  yang tidak kita inginkan bersama”, kata Yulianto.
Jalan Salib Hidup itu sendiri dilakukan untuk merenungkan kisah sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus 2000 tahun lebih yang lalu.
Deken Malaka Romo Edmundus Sako, Pr menyalami para haji dan uztad yang mengamankan Jalan Salib Hidup Paskah Umat Katolik 2019 di Betun, Jumat (19/04/2019). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Jalan  Salib ini berawal dan didahului dengan doa bersama di dalam gereja Paroki Betun. Selanjutnya, menempuh rute ruas jalan Toko Kreasi dan bankNTT Cabang Betun. Lalu, memasuki ruas jalan Pasar Ayam Bei Abuk, jalan Pasar Bakateu, belakang SMA Sinar Pancasila, Pasar Desa Kampung Baru, samping Mapolsek Malaka Tengah, pasar lama Wehali, Terminal Betun dan berakhir di Gua Lourdes Tubaki.

Sebelum umat katolik berarak menuju Gua Lourdes Tubaki yang menjadi titik terakhir jalan salib, Romo Edmundus yang adalah Ketua Forum Komunikasi Antarumat Beragama (FKUB) Kabupaten Malaka itu menyalami para haji dan uztad satu demi satu sekalian menyampaikan terimakasih.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *