Lepas Logistik Pemilu 2019, Bupati Stefanus: Malaka Kesulitan Partisipasi Pemilih

BETUN, TIMORline.com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran melepas logistik Pemilu Serentak 17 April 2019 ke 12 kecamatan yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelepasan ini ditandai dengan pelepasan bendera Komisi Pemilihan Umum (KPU) di depan Kantor KPU Kabupaten Malaka, Senin (15/04/2019).

Dalam sambutan pelepasannya Bupati Stefanus mengungkap masih adanya kesulitan partisipasi pemilih Kabupaten Malaka dalam pemilu kali ini.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT itu menyebut  tiga kesulitan besar  partisipasi pemilih di Kabupaten Malaka. Sebab, dalam pemilu kali ini, pemilihan presiden-wakil presiden dan pemilihan dewan disatukan. Tiga  kesulitan partisipasi pemilih itu adalah dalam surat suara ada nama tapi tidak ada foto, ada nama dan foto tapi kalau sudah tua pun menjadi kesulitan tersendiri.

Kesulitan lainnya adalah regulasi pemilu yang selalu berubah-ubah. “Banyak regulasi pemilu bermunculan saat dimulainya tahapan pemilu  dan saat tahapan pemilu sementara berjalan”, tandas Bupati Stefanus.

Meskipun ada kesulitan, Bupati Stefanus meminta KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai penyelenggara untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Bupati Malaka Stefanus Bria Seran berbincang santai dengan Ketua KPU Malaka Makarius Nahak Berek, Ketua Bawaslu Malaka Pieter Nahak Manek, Kapolsek Malaka Tengah dan Danramil Malaka Tengah. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

“Tugas utama KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya. Tingkat penggunaan hak pilih masyarakat harus dijamin”, pinta Bupati Stefanus.

Ketua KPU Kabupaten Malaka Makarius Nahak Berek dalam sambutannya berharap pemilu serentak 17 April 2019 ini berjalan damai dan sukses.

Terkait pendistribusian logistik pemilu, menurut Makarius, dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis, jarak tempuh dan tingkat kesulitan.

Sehingga, pendistribusian logistik hari pertama diprioritaskan bagi kecamatan terjauh dan memiliki tingkat kesulitan tinggi. Antara lain Kecamatan Io Kufeu, Laenmanen dan Botin Leobele.

Dia berharap TNI/Polri bisa mengawal pendistribusian logistik sampai di kecamatan dengan  aman.

“Nanti kecamatan yang mengelola logistik ke TPS”, tandas Makarius.

Dia menyebut tahap pertama pendistribusian logistik diprioritaskan 11 kecamatan yang terdiri dari 110 desa menggunakan 28 truk. Sedangkan tahap kedua di Kecamatan Malaka Tengah sebagai kecamatan kota terdiri dari 17 desa akan dilakukan distribusi logistiknya pada hari terakhir 16 April dari KPU langsung ke desa-desa.

Saat pelepasan, Bupati Stefanus didampingi Ketua Bawaslu Malaka Peiter Nahak Manek, Ketua KPU Malaka Makarius Nahak Berek, Kapolsek Malaka Tengah dan Danramil Malaka Tengah.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *