Di Hadapan Ratusan Umat Katolik, Bupati Malaka Setujui Proposal Rp750 Juta untuk Bangun Pastoran

BETUN, TIMORline.com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran bersama ratusan umat katolik merayakan Minggu Palma di Gereja Paroki Santo Dominikus Leon As Wekmidar di wilayah pastoral Dekenat Malaka Keuskupan Atambua, Minggu (14/04/2019)

Kedatangan Bupati Stefanus di wilayah itu didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Malaka Donatus Bere dan para pimpinan  perangkat daerah di lingkup Kabupaten Malaka.

Bupati yang mantan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu diterima secara adat. Ia dijemput Camat Rinhat Yulius Bria dan Kepala Desa Wekmidar Willybrodus Seran dan beberapa tokoh umat sejauh 50 meter sebelum memasuki halaman gereja.

Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dikalungi sarung tenunan Malaka sesaat sebelum mengikuti perayaan Misa Minggu Palma di Gereja Santo Dominikus Leon As Wekmidar, Minggu (14/04/2019). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Setiba di depan pintu masuk gereja, Bupati Stefanus dan rombongan mendapat tegur-sapa secara adat atau hase hawaka oleh beberapa tokoh adat. Selanjutnya, seorang gadis mengalungi sehelai sarung tenunan setempat kepada Bupati Stefanus.

Bupati Stefanus dan rombongan kemudian memasuki halaman gereja. Di sini, dokter lulusan Amerika itu berbaur dengan ratusan umat katolik setempat untuk mengikuti upacara sabda pemberkatan daun palma yang dipimpin Romo Yoseph Nahak.

Perayaan misa berlangsung seperti biasa. Sebelum perayaan misa ditutup, Bupati Stefanus memberi arahan kepada umat atas permintaan Romo Yoseph.

Di mimbar ini, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran menyetujui anggaran sebesar Rp750 juta untuk pembangunan pastoran Paroki Santo Dominikus Leon As Wekmidar, Minggu (14/04/2019). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Bupati Stefanus di hadapan ratusan umat katolik menjelaskan, pemerintah mempunyai tiga kuasa, yakni kuasa atas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki suatu daerah, aset atau kekayaan alam yang dimiliki suatu daerah dan kuasa atas anggaran pembangunan suatu daerah.

Karena itulah, menurut Bupati Stefanus, bupati mempunyai kuasa untuk memberikan anggaran bagi pembangunan gereja.  Sehingga, apabila umat Paroki Santo Dominikus Leon As sementara bangun gereja, tentu pemerintah bantu.

“Kita bantu pembangunan gereja ini. Tapi, butuh uang berapa. Proposalnya berapa”, tanya Bupati Stefanus dari mimbar gereja kepada Ketua Dewan Pimpinan Paroki (DPP) Santo Dominikus Leon As, Willybrodus Seran.

Willybrodus  yang dalam kesehariannya adalah Kepala Desa Wekmidar yang saat itu duduk paling belakang di dekat pintu masuk gereja, mengatakan, “Tujuh ratus lima puluh juta”.  Willy malahan menyebut ‘tujuh ratus lima puluh juta ini’ dua kali sambil berdiri.

“Ya, setuju”, begitu Bupati Stefanus spontan merespon Willy. Ratusan umat yang memadati gereja langsung bertepuk tangan meriah.

Willybrodus yang dikonfirmasi seusai perayaan misa, menjelaskan, dana itu mereka butuhkan untuk bangun rumah pastor. Sebab, rumah pastor saat ini sangat tidak memadai untuk kegiatan umat dan pelayanan pastor.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *