Satgas Pamtas Bersama NU Istighosah dan Doa untuk Indonesia

BETUN, TIMORline.com-Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-RDTL Sektor Barat Yonmek 741/Garuda Nusantara bersama Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengadakan Istighosah dan Doa untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Istighosah dan Doa Bersama itu berlangsung di Mesjid Al-Muhajirin Kefamenanu, ibukota Kabupaten TTU, Kamis (11/04/2019).

Hadir pada kesempatan itu anggota Polres TTU, Kodim TTU, Kipan C Yonif RK 744/SYB dan umat muslim Kota Kefamenanu. Bertindak sebagai Qori yang membacakan sebagian ayat suci Al-Quran adalah anggota Satgas Yonif Mekanis 741/GN Letda Inf Abdul Malik yang dalam kesehariannya menjabat Komandan Peleton (Danton) Angkutan Kima Satgas.

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonmek 741/GN Mayor Inf Hendra Saputra melalui rilisnya yang diterima TIMORline.com di Betun, ibukota Kabupaten Malaka, Sabtu (13/04/2019), menjelaskan, istighosah dan doa bersama itu berlangsung hikmat.

Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yinmek 741/GN dan umat muslim TTU yang menghadiri kegiatan Istighosah dan Doa Bersama untuk Indonesia di Mesjid Al-Muhajirin Kota Kefamenanu, Kamis (11/04/2019). (Foto: Istimewa).

“Kita adakan istighosah dan doa bersama itu untuk mempersatukan dan keutuhan seluruh kekuatan bangsa dalam mempertahankan keutuhan NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara”, tandas Mayor Hendra.

Mayor Hendra menegaskan, semua kekuatan bangsa perlu bersatu untuk kemajuan bangsa.

“Kegiatan ini kita ikuti agar kita selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan juga agar kita dapat selalu bersilaturahmi dengan semua kalangan. Intinya kita sadari, tanpa seizin Tuhan mustahil tugas yang kita laksanakan berjalan lancar”, demikian Mayor Hendra.

Ustadz Ismail Jazuli dalam sambutannya mengatakan, NKRI adalah tanggungjawab semua. “Kita amalkan Pancasila berarti kita telah mengamalkan ayat-ayat suci Al-Quran, karena Pancasila diambil dari ayat- ayat suci Al-Quran”, kata Ismail.

Untuk menjaga keutuhan NKRI, menurut Ismail, bukan hanya tugas dan tanggungjawab TNI dan Polri tetapi semua warganegara Indonesia. “Kita semua wajib menjaga keutuhan NKRI,” demikian Ismail.

Editor: Cyriakus Kiik

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang copy