oleh

Yonif 741/GN Gagalkan Upaya Penyelundupan 100 Kg Pupuk Urea di Perbatasan RI-RDTL

BETUN, TIMORline.com-Anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 741/Garuda Nusantara yang selama ini bertugas di Pos Oepoli Tengah Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 100 kilogram (kg) pupuk urea yang terisi dalam dua karung bertakaran 50 kg.

Penggagalan itu dilakukan pada Senin (25/03/2019), saat anggota batalyon tersebut melakukan patroli keamanan Co.1750-6327 di bawah pimpinan Bintara Pelatih Kompi Tempur (Batih Kipur) II Serka Made Yudi.  Saat itu Made bersama-sama dengan enam anggota lainnya, yakni Kopda Wayan Tangkas, Pratu Ludi Mauludin, Pratu Jusman, Pratu Tugas Yudha Putra Bangsa, Prada Edi Suprapto, Prada Bima Gangga Lakmana.

Dugaan kuat, pupuk tersebut hendak diselundupkan ke Timor Leste. Peristiwa ini terjadi pada saat anggota Pos Oepoli Tengah berangkat dari Pos Oepoli Tengah menuju patok PBN No 40 di Co. 1723-6396 yang jaraknya sekira 1,48 Km. Jarak ini  ditempuh dengan formasi patroli 30 menit.

Setiba di patok PBN No. 40, anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasa (Satgas Pamtas)  mengecek kondisi patok tersebut dan dilanjutkan ke patok PBN No.39 Co.1727-6382  dilanjutkan pengecekan kondisi  patok.

Setelah patroli melanjutkan ke sasaran patok berikutnya, di tengah perjalanan di antara Patok PBN No 38 dan No 37 salah satu anggota melihat dua orang warga masing-masing memanggul karung. Anggota tersebut kemudian melaporkan kepada Serka Made Yudi sebagai Batih Kipur II. Setelah mendapat laporan, Serka Made perintahkan anggotanya mengejar kedua warga tadi tetapi karung dijatuhkan dan kedua warga itu melarikan diri atau meloloskan diri ke arah Timor Leste.

Setelah dicek, Serka Made Yudi bersama anggota lainnya menemukan  Pupuk Urea Subsidi  yang akan dibawa ke Timor Leste. Serka Made beserta anggota lainnya kemudian kembali ke Pos dengan membawa barang bukti dan melaporkan kejadian penggagalan kepada Dankipur II Satgas Pamtas  RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat Kapten Inf Miswanto.

Berdasarkan bukti yang dimiliki berupa dua karung pupuk urea, Kapten Inf Miswanto melaporkan penggagalan penyelundupan tersebut kepada Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat Mayor Inf Hendra Saputra, S.SOS., M.M., M.I.Pol.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif  Mekanis 741/GN Sektor Barat Mayor Hendra Saputra kemudian memerintahkan Pasi Intel Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat Lettu Czi Sunaryo untuk mengamankan barang bukti.

Atas peristiwa itu, Mayor Hendra memerintahkan kepada satuan bawah agar lebih intens melakukan kegiatan patroli, anjangsana dan penggalangan masyarakat sekelilingnya.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar