Yonif 741/GN Ubah Metode Pertanian Tebas Bakar ke Pengolahan Lahan Alami di Manamas-TTU

KEFAMENANU, TIMORline.com-Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Pos Manamas Kompi Tempur (Kipur) 1 Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Republik Rakyat Timor Leste (RI-RDTL) selalu saja ada gebrakan. Inovasi baru selalu dilakukan di semua bidang. Tak terkecuali di bidang pertanian dan perkebunan.

Inovasi di bidang pertanian dan perkebunan ini dilakukan untuk mengatasi kesulitan ekonomi masyarakat. Semua itu dilakukan penuh syukur.

Komandan Batalyon (Danyon) 741/Garuda Nusantara Mayor (Inf) Hendra Saputra melalui akun WhatsApp-nya kepada TIMORline.com, Jumat (22/03/2019) pagi, menjelaskan, inovasi bidang pertanian yang dilakukan anggota Pos Manamas Kipur 1 Satgas Pamtas RI -RDTL Sektor Barat adalah membuka lahan kebun baru bagi masyarakat yang tidak mempunyai kebun di Manamas Kecamatan Naibenu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Metode pengolahan lahan secara alami yang diperkenalkan anggota TNI dari Yonif 741/GN mendorong masyarakat untuk mempunyai kebun sendiri. (Foto: Istimewa).

“Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat yang tidak mempunyai lahan kebun bisa mempunyai kebun sekaligus  meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Manamas”, tandas Mayor Hendra.

Bagi Mayor Hendra, inovasi yang paling penting dilakukan adalah membantu pemerintah mengubah pola pikir masyarakat dari yang selama ini banyak membuat kebun menggunakan metode tebas bakar menjadi metode pengolahan pupuk alami.

Doa syukur ala masyarakaat Manamas Kecamatan Naibenu Kabupaten TTU atas hasil panen yang berlimpah. (Foto: Istimewa).

Dalam pelaksanaan di lapangan, menurut Mayor Hendra, ternyata metode ini hasilnya cukup baik. Masyarakat Manamas kemudian membentuk kelompok tani sebanyak 15 orang sebagai contoh bagi masyarakat sekitar.

Komandan Pos Manamas Letda Inf Taufiq Dharmawan bahkan masyarakat setempat membuat acara syukuran melalui doa bersama atas keberhasilan pengolahan lahan secara alami ini.

“Syukuran itu dilakukan karena hasil panen kebun masyarakat Manamas tahun ini cukup berhasil”, demikian Mayor Hendra.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *