Uji Kinerja Pegawai, Kadis Dukcapil Malaka-NTT punya Catatan Sakti

BETUN, TIMORline.com-Untuk menguji kinerja pegawainya, Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) punya catatan sakti.

“Catatan sakti itu berisi perintah kepada pegawai untuk melakukan pekerjaan apa yang harus dilakukannya sesuai perintah saya. Jadi, nama pegawai itu siapa dan saya suruh buat apa, itulah yang ada di dalam catatan sakti saya”, kata Kadis Dukcapil Kabupaten Malaka Ferdynandus Rame kepada TIMORline.com di kantornya, Senin (18/03/2019).

Menurut Ferdy, begitu akrabnya, catatan sakti itu disiapkannya setiap saat serupa sehelai kertas bekas. Sebab, pegawai banyak, pekerjaan juga banyak.

“Dengan catatan sakti itu, saya bisa monitor kinerja setiap pegawai yang terima pekerjaan dari saya. Apakah dilakukan dengan baik dan tuntas atau tidak”, tandas Ferdy.

Catatan sakti itu, menurut mantan Kepala Bagian Pemerintahan pada Sekretariat Kabupaten Belu ini, pekerjaan yang diberikan kepada pegawainya utamanya terkait pengurusan dokumen-dokumen kependudukan di kantornya. Antara kartu tanda penduduk elektronik (KTP-e), kartu keluarga (KK), akta kelahiran, akta pernikahan, dan lainnya.

Dicontohkannya, pegawai A mendapat tugas untuk mengurus 25 KTP-e dari kecamatan B. “Apakah 25 KTP-e itu pengurusannya selesai tepat waktu atau tidak. Pun apakah KTP-e yang diurus itu jumlahnya benar 25 buah atau jangan sampai hanya 20. Kalau begitu, lima lainnya di mana”, kata Ferdy.

Sesuai kesaksian TIMORline.com, setiap pegawai yang masuk ke ruang kerja dan mendapat pekerjaan dari Kadis Ferdy, selalu mendapat catatan dalam secarik kertas. Kertas itu tidak dibawa pegawai bersangkutan tetapi disimpan di sebelah kanan meja kerjanya.

Setelah menjalankan pekerjaan yang diberikan, pegawai bersangkutan melaporkan kembali hasil kerjanya kepada Kadis Ferdy. Kadis Ferdy kemudian mencocokkannya kembali dengan catatan saktinya. Bila pekerjaan itu tuntas, Kadis Ferdy akan mengatakan OK atau baik. Bila belum selesai atau belum lengkap atau kurang, Kadis Ferdy masih harus klarifikasi dengan pegawai tersebut mengapa belum lengkap atau kurang.

Beberapa pegawai tampak harus berdiri dan menjelaskan tentang pekerjaan yang telah dilaksanakannya.

Anggota DPRD Malaka Petrus Tei Seran memberi apresiasi atas kinerja Dinas Dukcapil. “Dinas yang paling sibuk adalah Dukcapil” demikian Petrus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *