Kader Keluhkan Bidan, Kepala Puskesmas dan Kadis Kesehatan Dipanggil Bupati Belu

WELULI, TIMORline.com-Bupati Belu Willybrodus Lay meminta Kepala Puskesmas Weluli dan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Belu untuk menemuinya di kantor sesegeranya. Pemanggilan itu terkait keluhan Ermelinda Habu, salah satu kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Desa Kewar Kecamatan Lamaknen. Keluhan itu terkait pelayanan kesehatan dan keberadaan bidan desa di Desa Kewar.

Ermelinda dalam dialog terbuka yang dilakukan di Pondok Kebun Sakar Desa Kewar, Rabu (13/03/2019). Dialog itu sendiri dipimpin Christo Loemau, didampingi Kepala Desa Kewar Valentinus Siri Loko, Bupati Belu Willybrodus Lay dan sesepuh Lamaknen yang juga anggota DPRD Belu Mateus Bere Bau.

Ikut hadir sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para kepala desa se-Kecamatan Lamaknen, warga Desa Kewar dan warga desa sekitar.

Kepada Bupati Willy dan disaksikan seluruh hadirin, Ermelinda mengaku diri salah satu kader Posyandu Silala. Dalam pelayanan selama ini, dia tidak pernah bersama-sama dengan bidan desa. Bahkan, bidan desa pun tidak ada di desanya. Sehingga, masyarakat Desa Kewar kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Termasuk pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, bayi dan balita.

Menurut Ermelinda, di Posyandu pun bidan bisa melakukan imunisasi. Tetapi, kenapa selama ini bidan tidak melakukan itu. “Selama ini bidan tidak pernah ikut kegiatan Posyandu. Bidan hanya di Puskesmas karena Puskesmas kurang tenaga kesehatan”, ungkap Ermelinda.

Suasana dialog terbuka warga Desa Kewar bersama Bupati Belu Willybrodus Lay dan sejumlah pimpinan OPD di Ponsok Kebun Sakar Desa Kewar, Rabu (13/03/2019). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Mendapat keluhan Ermelinda, Bupati Willy langsung memberi kesempatan kepada Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Theresia Un Tae yang hadir untuk menanggapi keluhan tersebut.

Di hadapan warga dan Bupati Willy, Theresia menjelaskan,  tenaga kesehatan pegawai negeri sipil (PNS) di Puskesmas kurang. Sehingga, bidan hanya memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Soal pemberian imunisasi,  Theresia mengatakan, pemberiannya terukur, hanya kepada delapan pemanfaat. “Kalau jumlah pemanfaat hanya 2 atau 3 orang maka imunisasinya tidak bisa dilakukan”, demikian  Theresia.

Merespon penjelasan  Theresia, Bupati Willy berharap Kadis dan jajarannya tidak mencari-cari alasan pembenaran diri. Sebab, masyarakat butuh pelayanan pemerintah.

“Kalau masyarakat butuh pelayanan pemerintah, ya, harus diberi. Nanti Kadis dan Kepala Puskesmas ketemu saya di kantor”, pinta Bupati Willy. “Siaaapp, bapak”, sahut Sekretaris Theresia.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *