Calon Anggota DPRD Malaka dari PKB Hanyut di Pantai Motadikin

BETUN, TIMORline.com-Nofri Oryanto Seran, salah satu calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Periode 2019-2024 ditemukan tak bernyawa di bibir Pantai Motadikin Desa Fahiluka Kecamatan Malaka Tengah pada Sabtu (09/03/2019) pukul 18.00 wita.

Korban adalah calon anggota DPRD.Malaka dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malaka-2 Nomor Urut 10. Dapil ini meliputi Kecamatan Weliman, Malaka Barat, Wewiku dan Rinhat.

Setelah ditemukan, korban disemayamkan di rumah duka di Dusun Wetulan Desa Maktihan Kecamatan Malaka Barat.

Informasi yang diperoleh media di rumah duka menyebutkan, pada Sabtu 09 Maret 2019 sekira pukul 07.00 wita, korban bersama ayahnya dan seorang saudaranya melempar jaring penangkap ikan di laut Motadikin.  Seusai lepas jaring, mereka kembali ke pantai.

Pada  Sore harinya pukul 16.00 wita, korban bersama salah seorang sepupunya mengangkat kembali jaring yang sudah dilabuhkan sejak pagi.

Belum 10 menit sampannya meninggalkan bibir Pantai Motadikin, tiba-tiba hujan disertai angin kencang datang. Mereka  terjebak  badai tersebut sehingga sampan kemasukan air. Dalam kondisi darurat seperti itu, korban melompat keluar dari sampan sambil berteriak-berpesan kepada sepupunya untuk tidak meninggalkan sampan.

Selang beberapa menit kemudian, korban berteriak histeris panjang bilang, “inaaaaaa…”. Setelah itu dia tidak kelihatan lagi. Saat itu sepupu korban hanya pasrah. Lalu,  membawa pulang sampan ke tepi pantai.

Satu jam kemudian, sekira pukul 18.00 wita, jasad korban terdampar di bibir pantai Motadikin dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Tampak hadir di rumah duka adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malaka Simon Seran Fahik, para kader dan simpatisan partai.

Ketua DPC PKB Kabupaten Malaka Simon Seran Fahik mengaku, partainya sangat kehilangan seorang figur muda yang  menjadi andalan partai.

Dia menilai, almarhum adalah  kader muda partai yang mempunyai masa depan politik cerah tetapi Tuhan berkehendak lain.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *