Pedangdut Timor Leste ‘Favorit’ Gerson Oliveira Hipnotis Warga Perbatasan Timor

ATAMBUA, TIMORline.com-Pedangdut Timor Leste Gerson Oliveira yang dikenal Indonesia sebagai penyanyi favorit mengguncang panggung Konser Musik Perbatasan Atambua (KMPA) 2019 edisi Maret di Lapangan Umum Simpang Lima Atambua, Jumat (08/03/2019) malam.

Penampilan Gerson ini juga menghipnotis warga Kota Atambua, ibukota Kabupaten Belu, wilayah Indonesia di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

Warga  Perbatasan Timor   datang memadati lokasi konser. Baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda. Saat menyaksikan penampilan Gerson, kawula muda pada berteriak histeris memberi semangat kepada Gerson.

“Acara ini sangat unik dan luar biasa. Yang jelas saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata. Sebab, saya dipercaya menjadi salah satu bintang tamu untuk mendatangkan wisatawan dari Timor Leste,” ujar penyanyi Gerson Oliveira.

Gerson adalah pengisi acara di hari pertama KMPA 2019 edisi Maret, Jumat (08/03).  Atas kehadirannya dalam even  ini, Gerson memberi apresiasi tinggi kepada  Kementerian Pariwisata.

“Ini sebuah kebanggaan dan menjadi kado yang luar biasa bagi saya. Saya sangat bangga karena bisa tampil di hadapan masyarakat dua negara. Saya bisa berkontribusi dalam pengembangan pariwisata. Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih,” ungkap Gerson.

Bagi Gerson, KMPA 2019 adalah even penyambung silaturahmi dua negara. Ada masyarakat Indonesia di kawasan Atambua, Belu, NTT, dan warga Timor Leste.

Baginya, masyarakat Indonesia dan Timor Leste bersaudara. KMPA 2019 ini menjadi bukti persaudaraan dua negara.

“Melalui program cross border inilah saudara dari dua negara  dipertemukan. Semuanya membaur satu sama lain secara harmonis. Untuk itu, saya meminta saudara-saudara saya di Timor Leste untuk menyeberang ke Atambua. Mari kita semua bergembira di sini dan melanjutkan tali persaudaraan,” tandas Gerson.

Gerson mulai mencuat saat tampil di Dangdut Academy Asia atau D’Academy Asia 2016 (DA Asia 2). Ajang pencarian bakat ini diikuti peserta dari  enam  negara. Selain Indonsia dan Timor Leste, ada juga Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand. Even ini total diikuti oleh 36 orang peserta.

Langkah Gerson bertahan hingga fase 18 besar. Berada di Grup A, Gerson harus bertarung dengan Rani (Indonesia) dan Rojer Kajol (Malaysia). Gerson lalu membawakan dua lagu, yaitu ‘Pangeran Dangdut’ milik Abiem Ngesti dan ‘Mahal’ yang dinyanyikan Meggy Z. Hasilnya, Gerson mendapatkan total 1.039 point.

Popularitas Gerson semakin melejit. Mengacu pada survei online dan offline yang dilakukan Kemenpar RI, Gerson memang favorit. Dari online survei, Gerson masuk Top 3 sebagai artis Timor Leste favorit. Selain Gerson, posisi ini juga ditempati Maria Vitoria dan Cidalia. Gerson mendapatkan prosentase elektabilitas 16 persen, serupa dengan rapor Top 3 dari offline survei.

Status Top 3 offline survei pun diraih  Marvi, Gerson dan Galaxy/Cidalya. Gerson sendiri meraih persentase suara 16 persen.

Pemotongan tumpeng Konser Musik Perbatasan Atambua 2019 edisi Maret. (Foto: Okezone).

Sebelum Gerson tampil, dilakukan pemotongan tumpeng dengan sajian khas Belu. Nasi kuning  berbentuk gunung ditutup pakai daun pisang. Lauknya dibuat warna-warni dan unik. Mulai dari beragam varian jenis sayuran hingga ayam yang dimasak utuh. Pemotongan tumpeng malahan dilakukan  semua panitia termasuk peserta bazaar di depan panggung sisi timur.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu Remigius Asa dalam sambutan acara pembukaan menegaskan,  KMPA 2019 edisi Maret memiliki fungsi strategis sebagai pengembangan pariwisata di sekitar Atambua.

“Kami juga sangat senang dan bangga dengan digulirkannya acara ini. Dukungan yang diberikan Kemenpar ini luar biasa. Fungsi event KMPA 2019 ini sangat penting. Sebab, Belu memiliki potensi pariwisata yang besar,” tandas Remigius.

Menurut mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belu itu, konser musik perbatasan hendaknya menjadi destinasi utama wisatawan Timor Leste. Belu sendiri memiliki banyak destinasi terbaik. Kekuatan alam dan budayanya luar biasa.

“Untuk potensi alam bisa dilihat dari sebaran destinasinya. Wilayah ini memiliki Pantai Pasir Putih Atapupu, Pantai Bertuli, Pantai Mota’ain, dan Teluk Gurita. Ada juga Air Terjun Mauhalek, Lembah Fulan Fehan, Benteng Ranu Hitu, juga Bukit Kakeu Mantenu”, ungkap Remigius.

Kadis Remigius berharap even seperti KMPA digelar sebulan sekali. Sebab, even ini memberi impact positif bagi Belu secara umum. Selain menaikan kunjungan wisatawan, even ini juga  menjadi media pelestari budaya  warisan leluhur.

“Secara perinsip, kami berkomitmen untuk terus memajukan pariwisata. Kami juga fokus kepada pencapaian target karena Belu ini paket lengkap,” demikian Remigius.

Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya berharap, kolaborasi ini semakin melambungkan pariwisata di perbatasan khususnya Atambua. “Untuk mendapatkan hasil optimal, semua elemen harus terlibat. Dengan sinergi sperti ini, kami yakin pariwisata di Atambua akan terus maju”, kata Menteri Arief.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *