20 Desa di Rinhat-Malaka Usulkan Bibit Kacang Hijau dan Lampu Jalan

BIUDUKFOHO, TIMORline.com-Tepukan tangan meriah sekira 100 peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2019 Tingkat Kecamatan Rinhat  Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memenuhi Aula SDK Biudukfoho, Jumat (22/02/2019).

Tepukan tangan meriah itu dilakukan peserta sebagai ungkapan kegembiraan mereka atas diterimanya dua usulan desa di tingkat kabupaten. Kedua usulan itu disampaikan secara aklamasi  setelah mendengar sebaran  kegiatan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pembahasannya yang dipandu langsung Kepala Bidang (Kabid) Penelitian dan Pengembangan Daerah (Litbangda) Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malaka drh. Yenny Seran.

Usulan desa berupa pengadaan bibit kacang hijau semula hanya merupakan usulan dua dari 20 desa yang ada di Kecamatan Rinhat, yakni Desa Nanin dan Alala ke Dinas Tanaman Pertanian Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka. Tetapi, saat pembahasan sebaran kegiatan, pengadaan bibit kacang hijau disepakati secara aklamasi sebagai komoditi unggulan di semua desa.

Kades Nanin Emiliana Luruk saat menjelaskan tentang kondisi wilayahnya yang cocok untuk komoditi kacang hijau. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Kepala Desa (Kades) Nanin Emiliana Luruk mengharapkan usulan itu tidak sia-sia seperti usulan pada tahun-tahun sebelumnya. Sebab, dalam pengalaman-pengalaman sebelumnya, pihak desa hanya usul, usul dan usul tapi tidak pernah diakomodir.

“Nanti kita Musrenbang usul lagi, usul lagi dan usul lagi. Tapi tidak pernah diakomodir, tidak pernah direalisasi. Kalo seperti ini, memangnya Musrenbang itu penting bagi kami di desa”, tandas Emilia disambut tepukan tangan meriah peserta.

Kades Emilia mengakui, wilayahnya memang sangat cocok untuk komoditi kacang hijau. Tetapi, warganya kesulitan bibit. Sehingga, dia berharap dinas teknis bisa membantu warganya mengadakan bibit.

Hal serupa disampaikan Kades Wekmidar Willybrodus Seran. “Kita sudah sepakati bersama dan diakomodir kabupaten. Mudah-mudahan pengadaan bibit kacang hijau untuk 20 desa ini tidak menjadi usulan desa lagi dalam Musrenbang Tingkat Kecamatan Rinhat Tahun 2020”, katanya.

Usulan desa lainnya adalah pengadaan lampu jalan di desa. Dalam Musrenbang itu, secara aklamasi para peserta mengusulkan pengadaan lampu jalan.

“Dari 20 desa yang ada di Kecamatan Rinhat, masing-masing desa mendapat 25 unit lampu jalan”, ungkap Kabid Litbangda pada Bappeda Kabupaten Malaka, drh. Yenny Seran.

Mendengar penegasan Yenny, semua peserta langsung tepuk tangan. Padahal, sesuai usulan desa yang diterima pihak Bappeda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka,  lampu jalan itu  hanya diusulkan sebagian desa di Kecamatan Rinhat.

Kades Niti Agustinus Benu mengakui kalau dalam Musrenbang Desa sebelumnya di desanya pihaknya mengusulkan lampu jalan ke Dinas PUPR. “Kita harap usulan ini diterima dan direalisasi dinas terkait. Kita butuh penerangan”, tandas Kades Agustinus.

Kabid Litbangda pada Bappeda Kabupaten Malaka drh. Yenny Seran mengatakan, Musrenbang merupakan komitmen bersama masyarakat. Karena itu, ego desa harus ditinggalkan dan menjadikan usulan desa itu kebutuhan bersama untuk pembangunan daerah.

Camat Rinhat Yulius Bria mengatakan, Musrenbang merupakan forum aspiratif rakyat. Sehingga, usulan-usulan desa harus sesuai kebutuhan rakyat.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *