Kades Tunabesi dan Camat Io Kufeu Menangis di Hadapan Tim Kedubes Australia dan Bank Dunia

BAKILIURAI, TIMORline.com-Kepala Desa Tunabesi Mikhael Bouk dan Camat Io Kufeu Laurensius Seran di Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menangis di hadapan Tim Kedubes Australia dan Bank Dunia.

Keduanya menangis saat Kepala Desa (Kades) Mikhael diberi kesempatan menyampaikan sepatah kata dalam pertemuan kunjungan tim tersebut di Kantor Desa Tunabesi-Bakiliurai, Selasa (12/02/2019).

Selain Tim Kedubes Australia dan Bank Dunia, ikut pula tim empat kementerian, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kades Mikhael dalam sepatah katanya sempat mengisahkan   kegembiraan masyarakat setempat saat pertama kali air keluar dari bak menara air yang dibangun setinggi 12 meter di pinggiran pemukiman penduduk.

“Pamsimas memang luar biasa. Kami sangat bangga dengan Pamsimas. Sebab, kehadiran Pamsimas sangat membantu kami. Saat air keluar pertama kali, masyarakat semua menangis. Para jompo yang pakai tongkat juga ikut menangis”, kata Kades Mikhael.

Saat  mengucapkan kata-kata ‘para jompo yang pakai tongkat juga ikut menangis’, Kades Mikhael terhenti sejenak. Wajahnya kelihatan berubah. Dia menahan napas dan menangis. Suasana hening.  Saat itu, semua arah pandangan mata  tim Kedubes Australia dan Bank Dunia serta empat kementerian dan warga yang hadir  ditujukan kepada Kades Mikhael.

Tetapi, secepatnya pula Kades Mikhael menguasai keadaan dan melanjutkan sepatah katanya.

Camat Io Kufeu Laurensius Seran yang duduk berdampingan dengan tim Bank Dunia dan Kedubes Australia terlihat menyeka matanya berulang-ulang menggunakan sapu tangan.

Kades Mikhael melanjutkan, Pemerintah Desa Tunabesi, Pemerintah Kecamatan Io Kufeu dan warga setempat merasa ada tanda heran yang dilakukan melalui program Pamsimas dengan menghadirkan air di tengah-tengah mereka. Sebab, bagi mereka, dalam sejarah dunia tidak ada air yang naik ke gunung. Sebaliknya, air justru mengalir ke tempat yang rendah.

Ketua Suku Naifio Blasius Manek berharap desanya mendapat perhatian terus dari berbagai pihak dalam banyak hal. Tetapi, khusus air bersih yang sudah dibangun Pamsimas, supaya  bisa dirawat dengan baik.

“Pemerintah perhatikan kita dan bangun ini itu untuk kita tetapi kalau kita tidak rawat, semuanya tidak ada arti”, kata Blasius.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *