Bawaslu Malaka Butuh 633 Pengawas TPS untuk Pemilu 2019

BETUN, TIMORline.com-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan 633 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS).  Ke-633 Pengawas TPS itu dibutuhkan untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 pada 17 April 2019 mendatang.

Karena itulah, pihak Bawaslu Malaka akan melakukan perekrutan Pengawas TPS terhitung 11-21 Pebruari 2019 di seluruh Sekretariat Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Malaka.

Hal ini pun telah disampaikan kepada seluruh jajaran Panwaslu 12 kecamatan dalam Rapat Koordinasi Bawaslu Kabupaten Malaka bersama Koordinator SDM dan Organisasi Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Malaka di Sekretariat Bawaslu Malaka-Wemalae pada Sabtu (02/02/2019).

“Jumlah Pengawas TPS yang akan kita rekrut sebanyak 633 orang dan diprioritaskan untuk anak kampung asli yang tersebar di 12 kecamatan dan 127 desa di wilayah Kabupaten Malaka. Rekruitmen akan digelar serentak pada  11-21 Pebruari 2019  di seluruh Sekretariat Panwaslu Kecamatan”, demikian Ketua Bawaslu Kabupaten Malaka Pieter Nahak Manek melalui akun   WhatsApp-nya yang diterima TIMORline.com di Betun, Jumat (08/02/2019).

Menurut Pieter, perekrutan 633 Pengawas TPS itu  berdasarkan amanat Pasal 1 ayat (23) Undang-Undang Nomor  7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Mengutip ketentuan ini, Pieter menjelaskan, Pengawas TPS adalah petugas yang dibentuk oleh Panwaslu Kecamatan untuk membantu Panwaslu kelurahan/desa.

Disebutkan, dalam ketentuan  Pasal 90 ayat (2) UU 7/2017 juga ditegaskan bahwa Pengawas TPS dibentuk paling lambat 23 hari sebelum Pemilu 2019 terlaksana dan dibubarkan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah hari pemungutan suara.

Karena itulah Pieter mengimbau putera-puteri Malaka menangkap peluang ini untuk mendaftarkan diri di Sekretariat Panwaslu Kecamatan masing-masing.

“Dengan menjadi Pengawas TPS berarti masyarakat ikut mengawasi langsung pelaksanaan Pemilu 2019   dan memotong semua bentuk mata rantai kecurangan dalam pemilihan di TPS”, tandas Pieter.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *