Distan NTT Bangun Pabrik Marungga di Desa Ikan Tuanbeis-Malaka

EFUDINI, TIMORline.com-Dinas Pertanian Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun sebuah pabrik marungga di Desa Ikan Tuanbeis Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka. Pembangunan pabrik kelor yang dikenal dengan nama Rumah Pengering ini dilakukan pada 2018 dengan anggaran senilai Rp500 juta.

Kepala Desa (Kades) Ikan Tuanbeis Kornelis Molo kepada TIMORline.com di Efudini, ibukota Desa Ikan Tuanbeis, Kamis (07/02/2019), menjelaskan, pembangunan pabrik kelor itu merupakan dukungan nyata Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT terhadap masyarakatnya. Sebab, masyarakat desanya sejak 2016 sudah melakukan penanaman kelor di kebun masing-masing.

Menurut Kades Kornelis, penanaman awal dilakukan masyarakat setempat hanya sebatas kebutuhan sayur-mayur di dalam rumah.

“Kita tidak tahu kalau kelor bisa menghasilkan berbagai produk. Sehingga, penanaman dilakukan masyarakat sangat terbatas, hanya di kebun terutama di halaman rumah. Tidak ada lahan khusus untuk tanam marungga”, tandas Kades Kornelis.

Menurut Kades Kornelis, dalam kampanye pemilihan gubernur NTT 2018, pasangan calon Nomor Urut 4 yang terdiri dari Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi mengangkat marungga sebagai isu program. Setelah terpilih, marungga malahan menjadi program unggulannya.

Tanaman marungga milik warga Desa Ikan Tuanbeis Alex Bouk. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

“Masyarakat Desa Ikan Tuanbeis yang sudah lama menanam marungga menangkap program gubernur dan wakil gubernur ini dengan melakukan penanaman marungga secara besar-besaran. Kita siapkan lahan khusus seluas 10 hektar. Selain lahan desa ini, kita harap masyarakat terus melakukan penanaman marungga di kebun pribadi sehingga pabrik marungga yang sudah dibangun Dinas Pertanian Propinsi ini tidak sia-sia”, tandas Kades Kornelis.

Alex Bouk, warga setempat, mengakui kalau kebunnya ditanami marungga besar-besaran sejak tahu kalau marungga itu banyak manfaatnya. Tidak hanya untuk sayur-mayur. Tetapi, juga untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Hanya Alex tidak bisa memastikan berapa luas lahan milik pribadinya yang ditanami marungga.

Menurut Alex, pembangunan pabrik marungga yang dilakukan di desanya sangat membantu. Sebab, dia akan langsung menjual hasil panen marungga ke pabrik yang letaknya hanya beberapa meter dari kebunnya.

“Sebelumnya kita jual di desa tetangga tapi sekarang tidak jalan jauh-jauh lagi. Pabrik marungga sudah ada di depan rumah”, kata Alex.

Papan Data Info Kegiatan pembangunan Rumah Pengering Marungga di Desa Ikan Tuanbeis Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Sesuai pantauan TIMORline.com, pembangunan gedung pabrik marungga ini sudah selesai. Letaknya di tengah kampung. Ukurannya 5 x 9 meter.

Data Info Kegiatan yang ada di lokasi menyebutkan, Dinas Pertanian Propinsi NTT memberi nama pekerjaannya Belanja Hibah Barang dan Jasa yang akan Diserahkan kepada Masyarakat Pembangunan Rumah Pengering (5 x 9 m) dengan nilai kontrak Rp120 juta Tahun Anggaran 2018. Selaku kontraktor pelaksana adalah CV Karya Bangun Mandiri.

Camat Io Kufeu Laurensius Seran menjelaskan, anggaran pembangunan pabrik marungga yang diberikan Dinas Pertanian Propinsi NTT itu sebesar Rp500 juta. Dari anggaran ini, Rp120 juta untuk pembangunan gedung. Sedangkan, lainnya untuk pengadaan fasilitas pelengkap di dalam gedung, misalnya rak pengering, mol, dan lainnya.

Penulis/Editor:  Cyriakus Kiik   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *