82 Keluarga Harapan Desa Naibone-Malaka Diminta Manfaatkan Bantuan PKH secara Benar

NAIBONE, TIMORline.com-Sedikitnya 82 keluarga harapan Desa Naibone Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (06/02/2019) tadi siang, menerima uang Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Dusun Saneon.

Sejak pagi, warga sudah berbondong-bondong mendatangi Posyandu tersebut. Baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda.

Sebelum uang dibagikan, para Pendamping PKH Kecamatan Sasitamean yang terdiri dari Anton Nana dan Albert Bouk terlebih dahulu memberikan penjelasan soal pemanfaatan uang yang diterima.

Anton menegaskan, uang yang diterima itu sesuai komponen yang ada di dalam sebuah keluarga harapan. Komponen-komponen itu  adalah ibu hamil, balita, anak Sekolah Dasar (SD) dan sekolah menengah baik menengah pertama maupun atas.

“Di dalam keluarga harapan yang ada anak sekolah, tolong pakai uang yang diterima ini untuk membelikan seragam, tas dan sepadu kepada mereka. Jangan sampai orangtua yang menggunakan uang ini untuk bayar utang tetapi kemudian anak-anak ke sekolah menggunaka pakaian seragam yang tidak layak”, tandas Anton.

Menurut Anton, uang PKH yang diterima harus dimanfaatkan sesuai dengan peruntukkannya. Keluarga harapan yang menjadi sasaran pun harus tahu bahwa sekali waktu bantuan PKH berakhir karena penerima sudah tidak memenuhi syarat lagi. Keluarga lain yang memenuhi syaratlah yang dimasukkan sebagai penerima.

Ida, salah satu keluarga harapan yang antri menunggu giliran menerima uang, mengaku sangat terbantu dengan bantuan PKH. Sebab, selama ini dia bersama suami cari uang sendiri untuk sekolahkan enam anaknya. Tetapi, dengan bantuan PKH ini, dua anaknya yang masih sekolah sangat terbantu.

Pengarahan Pendamping PKH bersama Pj. Kades Naibone Erfin Mahakbas sebelum pembagian bantuan PKH di Posyandu Dusun Saneon, Rabu (06/02/2019). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Penjabat Kepala Desa Naibone Erfin Mahakbas yang hadir memantau langsung pembagian bantuan PKH itu kepada TIMORline.com menjelaskan, bantuan PKH itu besarannya bervariasi.

“Paling tinggi Rp2.250.000 dan paling rendah Rp775.000. Besaran ini sesuai komponen yang ada di dalam keluarga itu. Yang paling tinggi pasti ada komponen ibu hamil, balita dan anak sekolah”, katanya.

Erfin menjelaskan, bantuan PKH ini diterima keluarga harapan tiap tiga bulan. Sehingga, dalam setahun sebuah keluarga harapan terima bantuan PKH empat kali. Sedangkan bantuan tetapnya Rp500 ribu.

“Keluarga yang sudah terima bantuan tetap pada tahap pertama, bantuan tahap berikut tidak terima lagi. Yang terima hanya bantuan komponen”, tandas Erfin.

Untuk memastikan sebuah keluarga harapan memenuhi syarat penerima bantuan PKH, Erfin mengatakan, para pendamping langsung melakukan  pendataan di rumah-rumah warga dan sekolahan. Sekaligus memantau keluarga pemanfaat apakah menggunakan bantuan PKH sesuai peruntukkannya atau tidak.

“Jadi, melalui pendataan dan pengawasan itu, pendamping selalu mengetahui perkembangan data pemanfaat setiap bulan di lapangan”, demikian Erfin.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *