Mahasiswa Asal Timor Leste Ditemukan Meninggal di Kamar Kost di Kupang-Indonesia

KUPANG, TIMORline.com-Jeronimo Lioncio Gracia Barreto, seorang mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan STIKES Nusantara RT 41/RW 01 Kelurahan Liliba Kecamatan Oebobo Kota Kupang.

Pertama kali menemukan jenazah korban adalah pacarnya, Maria Thalia Coreira, Rabu (23/01/2019) sekira pukul 12.00 wita.

Sekira pukul 13.00 wita, pihak kepolisian dari Polres Kupang Kota mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP.

Korban disebut-sebut merupakan mahasiswa semester VII Program Studi Manajemen Unwira. Saat pertama kali Thalia menemukannya,  posisi korban dalam posisi telungkup. Thalia yang berusaha membangunkannya, ternyata sudah tidak bernyawa.

Thalia yang panik kemudian menghubungi pemilik kost dan  beberapa kerabatnya untuk menginformasikan kabar duka ini.

Pemilik kost kemudian menghubungi pihak Kelurahan Liliba dan melaporkan kejadian ini kepada pihak Polres Kupang Kota.

Warga sekitar pun mulai berdatangan. Mereka   memadati lokasi penemuan mayat korban.

Lurah  Liliba Viktor Makoni bersama staf juga   datang ke TKP.

Beberapa kerabat korban, antara lain Emanuel, sebagaimana diberitakan POS-KUPANG.COM, bersama teman lain bahkan sempat mendatangi ruang jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang. Kedatangan mereka untuk memastikan nama korban. Sebab, di Program Studi Manajemen Unwira ada nama mahasiswa lain yang mirip nama korban.

Emanuel kemudian memastikan bahwa Jeronimo adalah mahasiswa Unwira dari Program Studi Manajemen.

Ayah Jeronimo, Carlos Afonso Barreto melalui Konsul Timor Leste di Kupang Francisco Jeronimo, berharap jenazah anaknya tidak diautopsi.

“Saya sudah komunikasi dengan ayah almarhum, tapi ayahnya tidak ingin anaknya diautopsi,” kata Francisco sebagaimana diberitakan POS-KUPANG.COM.

Menurut Francisco, ayah korban hingga Kamis (24/01/2019) tetap bersikukuh agar jenazah anaknya tidak diautopsi. Tetapi, dia akan tetap berkomunikasi dengan ayah korban agar jenazah anaknya diautopsi.

Sumber: POS-KUPANG.COM

Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *