Hidup Petrus Selestinus Dipertaruhkan untuk Keutuhan NKRI

PETRUS Selestinus telah menyatakan sikap untuk maju dalam pemilu serentak 17 April 2019. Dia menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melalui Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Timur (NTT) II.

Dapil ini meliputi kabupaten-kabupaten di Pulau Flores, Pulau Lembata dan Pulau Alor. Tercatat, ada Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Flores Timur, Lembata dan Alor.

Meskipun puluhan tahun tinggal di ibukota Jakarta, Petrus tidak pernah diam mengikuti perkembangan di kampung halamannya NTT.   Dia mengenal NTT secara detail. Dari pulau ke pulau, dari daerah ke daerah, dari kabupaten ke kabupaten. Bahkan, ke pelosok sekali pun dia datang.

Setiap ada rintihan rakyat kecil, didengarnya. Setiap warga NTT yang didera ketidakadilan, Petrus pasti membelanya. Setiap warga yang hak azasinya dilanggar, diteriakannya. Radikalisme dan intoleransi  dilawannya.

Rekam jejaknya, ternyata tidak hanya membekas di NTT dan DKI Jakarta.  Ada pula di Papua, Kalimantan, Sumatera, Maluku dan Sulawesi.  Bahkan, seluruh negeri.

Panggilan jiwanya sudah bulat membela keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui jalur profesional: Advokat. Panggilan jiwanya ini terpatri dalam komitmennya: “Peduli Masyarakat Kecil, Membongkar Segala Bentuk Ketidak-adilan, Berjuang Demi Kepentingan Banyak Orang, Menolak Radikalisme dan Intoleransi”.

Debut panggilan jiwa dan komitmennya ini teruji awal ketika terjadi Peristiwa Kudatuli, Kudeta Tujuh Juli 1996. Dalam peristiwa ini, terjadi penyerangan besar-besaran terhadap  Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jln. Diponegoro Jakarta. Penyerangan itu memakan banyak korban.  Megawati Soekarnoputeri yang dirindukan para kader PDI di suruh negeri untuk memimpin partai tersebut berbenturan dengan Budi Hardjono didukung Soejadi dan pengikut-pengikutnya.

Dalam suasana hiruk-pikuk politik internal PDI yang demikian, Petrus bersama R.O. Tambunan membentuk Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI).  Tim inilah yang membela habis-habisan dan memperjuangkan nasib para korban penyerangan  Kantor DPP PDI waktu itu.

Belakangan, Petrus menjadi koordinator TPDI hingga saat ini.  Melalui tim inilah Petrus memperjuangkan hak azasi setiap warganegara Indonesia yang tertimpa ketidak-adilan, membela masyarakat kecil, mempertahankan keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila, menolak radikalisme dan intoleransi.

Sebagai pejuang demokrasi, sejak lima tahun lalu, Petrus memiliki impian untuk duduk di Senayan sebagai anggota Dewan.  Saat itu, Petrus maju menjadi calon anggota DPR RI periode 2014-2019 melalui Partai Hanura tetapi tidak gol. Kali ini, dalam pemilu legislatif 2019, Petrus maju lagi melalui partai yang sama.

Petrus bertaruh, bila terpilih menjadi anggota Dewan,  VISI-nya adalah mewaujudkan Hak Azasi Manusia dan menjaga keutuhan NKRI.  Sedangkan MISI-nya adalah menghapus, memperbaiki dan/atau mengganti peraturan perundang-undangan yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat kecil; menghentikan praktik jual-beli anggaran dan praktik-praktik KKN lainnya; mendesak pemerintah menghentikan kebijakan-kebijakan terselubung yang merugikan rakyat Indonesia termasuk rakyat NTT;  memperbaiki dan mencegah lahirnya peraturan perundang-undangan yang memberi ruang berkembangnya radikalisme dan intoleransi yang mengancam ideologi Pancasila.

Pengalamannya di dunia kerja profesi Advokat dan berbagai organisasi puluhan tahun membuatnya percaya diri menjadi juru juang masyarakat yang baik.

Bila terpilih duduk di Senayan, Petrus sendiri telah berjanji pada diri sendiri untuk memberi yang terbaik bagi rakyat NTT.

“Saya akan berjuang untuk mengubah NTT dengan membuat sejahtera rakyat NTT”, begitu tekad Petrus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Petrus Selestinus. (Foto: Istimewa).

B i o d a t a :

Data Pribadi:

Nama Lengkap: Petrus Selestinus

TTL: Flores, 19 Mei 1955

Agama: Kristen Katolik

SDK Habi, Maumere

SMP Yapenthom, Maumere

SMA St. Gabriel, Flores

Fakultas Hukum Universitas Jayabaya Jakarta

Riwayat Pekerjaan:

  1. Mendirikan kantor Advokat sendiri dengan nama Kantor Advokat Petrus Selestinus & Associates, 1986 sampai sekarang
  2. Wakil Ketua pada Pusat Bantuan dan Pengabdi Hukum Indonesia/PUSBADHI, 1980-1990.
  3. Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia/TPDI, 1996 sampai dengan sekarang
  4. Lawyer tetap pada beberapa perusahaan besar di Indonesia.

Pengalaman Organisasi:

  1. Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila
  2. Penasehat Hukum beberapa media online di Jakarta
  3. Wakil Ketua Umum DPP Federasi Advokat Republik Indonesia (FERRARI), salah satu organisasi profesi advokat Indonesia
  4. Anggota Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara/KPKN Sub Komisi Yudikatif, sebuah komisi yang dibentuk Presiden Gus Dur pada 2000, dengan misi memberantas KKN, yang kemudian diubah menjadi KPK, 2001-2004
  5. Ketua Bidang Hukum Partai Demokrasi Pembaruan, 2005-2009

VISI

NTT Bangkit, Berubah, Kuat dan Sejahtera melalui pemenuhan hak-hak dasar masyarakat NTT demi mewujudkan Hak Azasi Manusia dan menjaga keutuhan NKRI

MISI

  1. Menghapus, memperbaiki dan/atau mengganti peraturan perundang-undangan yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat kecil
  2. Menghentikan praktik jual-beli anggaran dan praktik-praktik KKN lainnya yang membuat NTT tertinggal dalam pembangunan
  3. Mendesak pemerintah untuk menghentikan kebijakan-kebijakan terselubung yang merugikan NTT
  4. Memperbaiki dan mencegah lahirnya peraturan perundang-undangan yang memberi ruang berkembangnya radikalisme dan intoleransi yang mengancam ideologi Pancasila

MOTTO:

“Peduli pada masyarakat kecil dan membongkar segala bentuk ketidakadilan dan berjuang demi kepentingan banyak orang adalah panggilan jiwa yang wajib dijawab selama darah masih mengalir di sekujur tubuh . . .”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *