Besok, Nasib Kades Webriamata Ditentukan Tim Gakkumdu Malaka

BETUN, TIMORline.com-Tim Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdiri dari unsur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malaka, Kepolisian Resor (Polres) Belu dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu akan menentukan nasib Kepala Desa (Kades) Webriamata-Kecamatan Wewiku Gaudensius Seran.

Penentuan nasib sang kades itu akan dilakukan dalam Rapat Pembahasan Kedua Tim Gakkumdu Kabupaten Malaka, Jumat (18/01/2018). Langkah ini dilakukan untuk menyikapi pengaduan masyarakat Desa Webriamata Wenseslaus Mesakh ke Bawaslu setempat pada 26 Desember 2018 lalu.

Dalam pengaduan itu, Mesakh berdalih kalau Kades Gaudensius telah merusak Alat Peraga Kampanye (APK) milik dr Stefani Tanur, salah satu calon anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) NTT-2 dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Ketua Bawaslu Kabupaten Malaka Pieter Nahak Manek yang dihubungi TIMORline.com di kantornya, Kamis (17/01/2019), menjelaskan, dalam Rapat Pembahasan Kedua besok, Tim Gakkumdu Kabupaten Malaka akan menentukan apakah tindakan pengrusakan APK milik dr Stefani Tanur itu termasuk tindak pidana pemilu atau tindak pidana umum.

Menurut Pieter, bila tindakan Kades Gaudensius itu masuk kategori tindak pidana pemilu maka kasusnya akan ditangani Gakkumdu.

“Dalam Tim Gakkumdu sudah ada polisi dan jaksa. Kita terima pengaduannya pada 26 Desember 2018 dan didaftarkan di Bawaslu pada 3 Januari 2019”, tandas Pieter.

Wilfridus Son Lau, staf Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Pemilu pada Bawaslu Kabupaten Malaka menambahkan, setelah menerima pengaduan Wens Mesakh, pihaknya langsung melakukan kajian dan Pembahasan Pertama untuk memastikan apakah pengaduan itu memenuhi unsur untuk didaftarkan di Bawaslu  guna dilakukan penyelidikan atau tidak.

Dalam Pembahasan Pertama itu, Tim Gakkumdu Kabupaten Malaka merekomendasikan untuk dilakukan penyelidikan terhadap pengaduan Wens Mesakh. Karena itulah, menurut Wilfridus, Tim Gakkumdu kemudian melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan keterangan (pulbaket). Hasilnya, Tim Gakkumdu berhasil menyita barang bukti berupa baliho yang dirusakkan Kades Gaudensius dan pengambilan keterangan dua orang saksi.

“Berdasarkan bukti yang terkumpul dan keterangan para saksi, kata Wilfridus, Tim Gakkumdu akan melakukan Pembahasan Kedua untuk menentukan apakah tindakan Kades Gaudensius itu termasuk tindak pidana pemilu atau tindak pidana umum.

“Hasilnya seperti apa, Tim Gakkumdu yang akan menentukannya besok”, tandas Wilfridus.

Baik Wilfridus maupun Pieter senada. “Hasil Pembahasan Kedua seperti apa akan diumumkan besok”, demikian Pieter diamini Wilfridus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *