436 Lulusan Tes CPNS 2018 di Malaka Antrian Urus Suket Kesehatan

BETUN, TIMORline.com-Sedikitnya 436 lulusan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) antrian selama seminggu untuk mengurus surat keterangan (suket) kesehatan di Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun, ibukota Kabupaten Malaka.

Suket kesehatan itu dibutuhkan sebagai salah satu kelengkapan persyaratan pemberkasan CPNS yang lulus pada ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2018. Namun, untuk mendapatkan suket itu tidak mudah. Sebab, para lulusan CPNS itu harus antrian dan berdesak-desakan menunggu keluarnya suket kesehatan dimaksud.

Jhon Seran Suri, salah satu lulusan CPNS yang ditemui di RSPP Betun, Rabu (16/01/2019), mengaku sejak pagi menunggu keluarnya suket. Namun, hingga sore harinya belum juga dipanggil.

Dia menjelaskan, pelayanan suket kesehatan ini sudah berlangsung satu minggu terhitung 9-16 Januari. Tetapi, hingga hari terakhir, Rabu (16/01), belum selesai pelayanannya. Sementara pada Kamis (17/01), sudah harus masukkan berkas di Kepegawaian.

Menurut John, keluhan para lulusan CPNS itu sudah disampaikan ke manajemen RSPP Betun. Tetapi, keluhan mereka tidak ditindaklanjuti.

“Sistem pelayanannya harus diatur sehingga tertib dan tidak terlihat suasana antrian seperti di pasar”, kata John.

Direktris RSPP Betun dr. Oktelin K. Kaswadie menjelaskan, pelayanan suket kesehatan melalui RSPP Betun yang dipimpinnya tidak memiliki kendala. Tetapi, jumlahnya terlalu banyak yaitu sebanyak 436 orang sehingga pihaknya sedikit mengalami kewalahan.

Sesuai jadwal, katanya, pihaknya melayani 75 orang tiap hari. Sebab, mereka yang mengurus suket itu banyak sekali. Sedangkan dokter pemeriksanya hanya dua orang, terdiri dari satu dokter umum dan satu dokter penyakit dalam.

“Pemeriksaan itu berupa rontgen, rekam jantung, pemeriksaan darah, HIV, hepatitis B, penyakit dalam dan narkoba. Dari pemeriksaan  itu, secara umum sehat tetapi ada beberapa yang mendapat catatan khusus”, demikian Oktelin.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *