Pekan Depan, Touring Nasional Genderang Cinta Negeri Keliling Perbatasan Indonesia

BETUN, TIMORline.com-Maniaker sepeda motor kelas di atas 125 cc yang tergabung dalam Komunitas Nasional Genderang Cinta Negeri direncanakan berkeliling daerah pinggiran dan perbatasan Indonesia, pekan depan. Kegiatan ini dimulai di  NTT dengan mengambil titik star di Kota Kupang dan finis di Kabupaten Malaka.

Ketua Panitia  Penyelenggaraan Touring Nasional Genderang Cinta Negeri Herman Bernadus Leu yang menghubungi TIMORline.com melalui jaringan telepon selulernya dari Jakarta, Rabu (19/12/2018), menjelaskan, touring berskala nasional itu dimulai di NTT, berlanjut ke Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan masuk kembali Jakarta.

Menurut Herman, touring ini akan melibatkan sekira 3.000 maniaker sepeda motor kelas di atas 125 cc di masing-masing daerah. Melalui touring ini  para peserta dan  masyarakat Indonesia dapat  melihat langsung hasil-hasil pembangunan yang dicapai dalam kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo di daerah pinggiran dan perbatasan Indonesia.

Bagi Herman, daerah pinggiran dan perbatasan seperti Pulau Timor Bagian Barat harus menjadi cermin kemajuan pembangunan  Indonesia. Sebab, pulau ini memiliki dua negara, yakni negara Indonesia dan negara Timor Leste. Kawasan ini juga berbatasan langsung dengan dua negara, yakni negara Timor Leste dan Australia.

“Sebagai daerah perbatasan, Kawasan Pulau Timor Bagian Barat harus menjadi contoh bagi kedua negara dengan tetap menggelorakan semangat nasionalisme dan menjamim adanya keberagaman untuk hidup damai satu sama lain”, tandas Herman.

Menurut Herman, di NTT para peserta dapat melihat langsung pembangunan infrastruktur sepanjang pinggiran dan perbatasan Pulau Timor Bagian Barat, mulai dari Kota Kupang sampai dengan Kabupaten Malaka.

Herman menyebut beberapa contoh, antara lain pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)  Motamasin di Kabupaten Malaka, Motaain di Kabupaten Belu dan Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

“Pembangunan infrastruktur jalan dan  pos batas  di Timor seperti itu hanya dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pada masa kepemimpinan presiden-presiden sebelumnya tidak ada”, tandas Herman.

Selain merekam jejak pembangunan yang telah dicapai di pinggiran Indonesia pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Herman menegaskan, touring itu juga untuk menggelorakan semangat keberagaman kaum muda di daerah yang dikunjungi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tokoh Timor di Jakarta yang  memiliki korps keamanan penting di Istana Presiden itu menyatakan, melalui touring ini para peserta dapat melihat objek wisata yang dimiliki masing-masing daerah yang didatangi.

“Kita berharap panitia lokal bisa mempersiapkannya secara baik”, tandas Herman.

Khusus NTT, kata Herman, panitia nasional dan koordinator wilayah (korwil) NTT sudah berkoordinasi untuk meminta audiensi dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

“Informasi terakhir, surat panitia sudah ada di.meja pak gubernur. Kita sedang menunggu disposisi pak gubernur, kapan kita bisa audiensi. Kalau pak gubernur bilang audiensi hari ini, hari ini juga kita berangkat ke Kupang”, katanya.

Salah satu tokoh penting di lingkungan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) itu bersama peserta Touring Genderang Cinta Negeri  berencana melakukan   bakti sosial pula di daerah yang dikunjungi

“Utamanya kita akan melakukan penanaman pohon sebagai dukungan kita terhadap program pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni penanaman satu miliar pohon. Lokasinya akan kita koordinasikan dengan pemerintah daerah setempat”, demikian Herman.

Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *