102 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Belu selama 2018

ATAMBUA, TIMORline.com-Selama 2018 terjadi 102 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah ini sudah termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Belu J.T. Ose Luan dalam sambutannya saat  acara Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) untuk Menghentikan TPPO di Gedung Graha Kirani, Kota Atambua, ibukota Kabupaten Belu, Kamis (06/12/2018).

Acara sosialisasi ini dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, MA.

Menurut Wabup Ose, perdagangan orang adalah sebuah tindakan terburuk dari pelanggaran harkat dan martabat manusia itu sendiri. Ha ini berdampak pada TPPO di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan bukti empiris, kata Wabup Ose,  perempuan dan anak adalah keompok yang paling banyak menjadi korban TPPO. “TPPO tidak hanya menciptakan pelacuran atau bentuk eksploitasi seks lainnya, tapi juga menimbulkan eksploitasi lain seperti kerja paksa, perbudakan atau praktek serupa perbudakan itu sendiri”, katanya.

Menurut mantan Sekretaris Kabupaten Belu itu, pelaku TPPO kerap sekali melakukan eksploitasi, penipuan, penculikan, ancaman, dan lain sebagainya yang membuat si korban terpaksa menurutinya.

Mengutip  data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Belu, Wabup Ose menyebutkan,  kasus  kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di daerah itu selama 2018   sebanyak 102 kasus. Rinciannya, kekerasan seksual sebanyak 22 kasus, kekerasan fisik tujuh kasus, kekerasan psikis 10 kasus, penelantaran 13 kasus, penganiayaan 15 kasus, ingkar janji lima kasus, TPPO tiga kasus, anak yang berurusan dengan hukum 17 kasus, dan lain-lain 10 kasus.

“Kasus-kasus ini terjadi akibat banyak faktor. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus saling bahu-membahu guna mencari solusi bersama untuk menyelesaikan masalah ini”, demikian Wabup Ose. (cyk/til)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *