Branding Tais Belu-NTT

Catatan: Marcel Beding

TUMBUHNYA sejumlah peluang usaha di bidang bisnis ekonomi kreatif telah membuka kesempatan bagi akses ekonomi kepada mama-mama Belu yang punya ketrampilan menenun, baik secara individual maupun kelompok. Para penenun yang sebelumnya sulit punya akses terhadap pasar, menjadi sangat mudah terhubung dengan pasar melalui metode pemasaran yang menggabungkan aspek kualitas dan kuantitasnya, uniknya  motif-motif, pewarnaan alam dan teknologi “branding” yang modern dimotori oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda Belu.

Upaya ini sangat membantu perempuan meningkatkan produksi serta terlibat aktif dalam inklusi keuangan.  Hal ini juga memudahkan perempuan untuk bisa menjalankan dua hal sekaligus yaitu menjaga keluarga dan  juga mencari uang.

Salah satu efek positif perubahan strategi pemasaran produksi tenunan adalah meningkatnya inklusi keuangan untuk perempuan yang akan berdampak meningkatkan kesejahteraan, mengurangi kemiskinan, dan menjembatani kesenjangan yang masih menjadi permasalahan di wilayah kita ini.

Adanya sebuah tempat pemasaran yang lebih representatif di tempat strategis adalah bagian kecil dari proses rantai pemasaran itu sendiri. Harapannya agar produk-produk tenunan bisa memperoleh tambahan nilai jual.

Inilah sebagian dasar mengapa ada kolaborasi multipihak hingga berdirinya sebuah “Galeri Tenun” yang megah. Semoga semua bisa bergandengan tangan menghadapi tantangan persaingan usaha di bidang ini.

Fokuslah pada hasil akhir (peningkatan pendapatan mama-mama penenun), bukan pada proses pemasarannya. Pembangunan infrastruktur darimanapun sumber dananya hanyalah sebuah proses bertumbuh, bagian dari pengembangan strategi pemasaran. Jangan terjebak dalam pola pikir “kelola gedung” yang tidak otomatis bisa meningkatkan penjualan tanpa perbaikan berbagai aspek lain tersebut di atas. Termasuk upaya mengatasi permasalahan infrastruktur pemasaran digital untuk menjangkau pasar Indonesia dan mancanegara, sekali mereka “klik” sama dengan “Osan Tama Tian“.

Marilah kita semua #BergerakBersama menuju “Kota Tais“. Semua warga patut berpartisipasi untuk melahirkan ide-ide kreatif agar dapat menjadi ide publik. Salut buat seluruh upaya mama-mama penenun, teman-teman yang peduli tenunan inisiator lahirnya ide Galeri Tenun, Dekranasda dan seluruh pihak yang telah bahkan baru akan terlibat dalam upaya kolektif ini. Tanpa “pukul dada”, pengakuan akan datang sendiri. Sukses selalu semuanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *