50 Peserta ‘Didoktrin’ soal KB dan Stunting di Malaka

BETUN, TIMORline.com-Pihak Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkBN) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan Sosialisasi Media Penyiapan Generasi Emas Sesuai dengan Kearifan Lokal Tingkat  Kabupaten Malaka di Aula Susteran SSpS,  Betun, Selasa (04/12/2018).

Untuk pelaksanaannya, pihak Kantor Perwakilan BkkBN NTT menggandeng Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP2A) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka.

Sedikitnya 50 peserta hadir pada kesempatan itu. Terdiri dari para pemangku kepentingan seperti Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), kader Posyandu, kader kesehatan, camat, kepala desa dan ibu hamil. Mereka ‘didoktrin’ tentang masalah Keluarga Berencana (KB) dan Stunting.

Asisten I Bidang Pemerintahan Zakarias Nahak saat membuka kegiatan dalam sambutannya mengatakan, generasi emas harus dipersiapkan sejak dini, saat 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Caranya, kepada anak diberikan asupan gizi yang baik. Tetapi, gizi yang baik itu harus dimiliki ibu. Sebab, asupan gizi ibu kurang maka ibu pun tidak kuat memberi air susu ibu (ASI) kepada anak.

Menurut Zakarias, dalam praktik budaya masyarakat, anak tidak dididik secara benar.

“Anak mau tidur dibilang bobo, anak mau makan dibilang mam atau am, anak mau menyusu dibilang tete, anak mau minum dibilang mimi. Ini praktik yang salah”, tandas Zakarias.

Zakarias berharap, dengan sosialisasi penyiapan media generasi emas ini, orangtua disadarkan kembali akan perannya dalam keluarga membentuk karakter anak. Sebab, keluarga adalah media pertama dan utama dalam membentuk anak. Sehingga, orangtua harus tahu kebiasaan anak sehingga  anak dididik sesuai kebiasaannya.

Gaudensiana Nahak selaku ketua panitia melaporkan, kegiatan itu bertujuan meningkatkan kualitas anak terkait pemberian akses informasi publik bagi anak. Sekaligus memberikan pemahaman bagi orangtua tentang  tumbuh kembang anak.

Sebagai narasumber adalah Yohanes Bria dari Kantor Perwakilan BkkBN Propinsi NTT, membawa materi: Kebijakan BkkBN Tentang Pelaksanaan Pembangunan Keluarga; Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan yang Menentukan Masa Depan Bangsa oleh Kepala Dinas P2KBP2A Kabupaten Malaka; dan 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam rangka Penurunan Stunting oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka.

Yohanes Bria dari Kantor Perwakilan BkkBN Propinsi NTT dalam materinya mengingatkan kembali peserta akan Delapan Fungsi Keluarga, yakni Fungsi Agama, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta dan Kasih Sayang, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi, Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, Fungsi Ekonomi, dan Fungsi Lingkungan. (cyk/til)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *