Setelah Hamili Sepupu yang ABK, Pelaku Disuruh Ortu Cari Kerja di Kalimantan

BETUN, TIMORline.com-Nus (17), seorang anak lulusan sekolah menengah pertama asal  Oetfo Desa Bani-Bani Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  diduga kuat telah menghamili sepupunya, Adel (20). Setelah perbuatannya ketahuan, Nus disuruh orangtuanya cari kerja di Kalimantan.

Hal ini diungkapkan Alfons di hadapan keluarga saat kasus ini  diselesaikan secara kekeluargaan  di rumah orangtua Nus di Tua Enoranan Dusun Oetfo Desa Bani-Bani, pekan lalu.

Saat itu, hadir perwakilan keluarga Nus, antara lain Wendelinus Taolin, Alfons Manek dan Markus Bria Bisik. Sedangkan keluarga Adel yang hadir antara lain Adolf Edmundus Berek dan Yakobus Molo Dini.

Sesuai pantauan TIMORline.com, dalam penyelesaian secara kekeluargaan itu, pihak keluarga Nus memberikan biaya pemeriksaan dokter sebesar Rp2,5 juta dan sapi satu ekor. Sedangkan biaya perawatan persalinan sebesar Rp10 juta yang disepakati kedua belah keluarga untuk direalisasi penyerahannya pada 15 Januari 2019.

Saat sedang terjadi perdebatan alot tentang cara penyelesaian terbaik apakah berupa denda adat  atau berupa  perawatan, Wendelinus mengungkapkan, seusai penyelesaian kekeluargaan hari itu Minggu 11 Nopember, Nus sudah disepakati keluarga tidak tinggal di kampung. Selanjutnya,   keesokan harinya Senin 12 Nopember, Nus sudah harus  tinggalkan kampung halaman dan pergi cari kerja di Kalimantan.

Sedangkan biaya perawatan Adel selaku korban, menurut Wende, “Semua saya yang tanggung”. Saat TIMORline.com merespon pernyataan Wende dalam bahasa Dawan, “Owww, Pak Wande sa natae’ra hout (terjemahan bebas: Owww, Pak Wande yang tanggung semua, red) dengan berbisik kecil ke Alfons selaku pamannya Nus yang duduk berdampingan dengan TIMORline.com di bale-bale menguatkan apa yang disampaikan Wendelinus.

“Kakaknya yang jemput malam ini tiba di kampung. Kita sudah telepon. Besok pagi mereka ke Kalimantan”, kata Alfons.

Markus Bria Bisik yang adalah opanya Nus, di hadapan  keluarga mengatakan, oleh karena biaya perawatan yang ditanggung orangtuanya besar, Nus disuruh ke Kalimantan cari uang untuk tambah-tambah sedikit biaya perawatan.

“Kita suruh dia (Nus, red) pergi kerja di Kalimantan daripada tinggal di kampung buat susah orangtua saja”, tandas Markus.

Nus sendiri baru tamat SMP pada 2018. Mama kandungnya, Blandina Funan,  bersaudara sepupu kandung dengan Getrudis Mea, mama kandung Adel. Sebab, mama kandung Blandina dan Getrudis bersaudara kandung.

Sedangkan Adel adalah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sebab, dia memiliki daya tangkap rendah sejak kecil. Karena keadaannya yang demikian, menurut mama kandungnya, Getrudis, Adel buang air kecil dan besar sembarang saja.

“Kita duduk-duduk begini kaget sudah kencing atau berak. Kita marah tapi mau buat apa dengan dia. Makanya orangtua siapa tidak sakit hati kalau anaknya yang keadaannya  begini malahan dihamili saudara sendiri. Rasanya mau mati saja”, keluh Getrudis. (cyk/til).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *