Relawan GESER NTT dan Komunitas Lafaek Malaka Bantu Warga Kobalima Timur

BETUN, TIMORline.com-Relawan Gerakan Seribu Rupiah (GESER) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Komunitas Lafaek Malaka, Minggu (18/11/2018), membantu Agustinus Lau, warga Kobalima Timur Kabupaten Malaka Propinsi NTT.

Bantuan yang diberikan berupa tongkat kaki besi dan sembako berupa beras, supermie dan telur.

Tongkat kaki itu diberikan kepada Agustinus karena beberapa bulan lalu kaki kirinya diamputasi atau dipotong dokter pada Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun. Sesuai diagnosa dokter, Agustinus menderita penyakit gula. Tiga bulan setelah menderita penyakit itu, telapak kaki kirinya terlepas sebagaimana diberitakan TIMORline.com sebelumnya.

Tongkat itu diserahkan Koordinator Relawan  GESER Kabupaten Malaka  Xisto Ruaz yang diterima langsung Agustinus Lau, disaksikan istrinya, Rosa dan Petrus, sang mertua. Sedangkan sembako diserahkan Ketua Komunitas Lafaek Malaka Iven Sutu.

Ketua Komunitas Lafaek Malaka Iven Sutu saat menyerahkan sembako kepada Rosa, istri Agustinus Lau, Minggu (18/11/2018). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Penyerahan ini disaksikan  Koordinator Relawan GESER Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Belu dan Timor Tengah Utara (TTU) Antoneta Uki dan para relawan bersama anggota Komunitas Lafaek Malaka.

Ikut pula  beberapa simpatisan GESER  seperti Mina dan  Lin. Sedangkan anggota  Komunitas Lafaek, hadir  Gde, Webe dan Chaken.

Koordinator Relawan GESER Wilayah Kabupaten TTS, TTU dan Belu Antoneta Uki menjelaskan,  tongkat kaki besi dan sembako yang diberikan Relawan GESER dan Komunitas Lafaek Malaka disumbangkan para Relawan GESER yang berada di NTT dan luar NTT.

“Sumbangan relawan selama ini berupa barang dan uang. Tongkat ini juga disumbangkan langsung  relawan berupa barang jadi seperti ini”, kata Antoneta.

Menurut dia, Relawan GESER tersebar di seluruh NTT dan beberapa daerah di luar NTT seperti Sulawesi, Kalimantan dan Jawa. Bahkan ada pula di luar negeri seperti Taiwan dan Singapura.

Kegiatan GESER juga macam-macam. Antara lain, orang sakit, jompo dan warga yang tidak memiliki rumah layak huni. Sehingga, uang seribu rupiah bagi orang-orang tertentu tidak ada gunanya.  Tetapi, bagi para Relawan GESER itu sangat bermanfaat.

“Hal ini sudah kita buktikan dengan membangun rumah bagi  jompo di Kabupaten  TTS dan warga yang tidak memiliki rumah layak huni di Kabupaten Alor saat ini”, tandas Antoneta.

Iven Sutu selaku Ketua Komunitas Lafaek Malaka mengaku punya semangat yang sama dengan Relawan GESER. Sehingga, hadir bersama Relawan GESER untuk saling berbagi dengan Agustinus Lau bersama keluarga.

Selama ini, menurut Iven, Komunitas Lafaek Malaka hanya mengikuti aktivitas Relawan GESER melalui postingan media sosial facebook.

“Dari postingan-postingan itu, sebetulnya  kita punya semangat yang sama sehingga kita perlu bersinergi”, demikian Iven. (cyk/til).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *