Daniel Manek, Ketua Mascab LVRI Malaka 2018-2023

HARI itu Kamis 08 Nopember 2018. Sebuah upacara bendera berlangsung di dekat bentangan lahan persawahan. Tepatnya di Labarai Desa Labarai Kecamatan  Malaka Tengah Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selaku Pemimpin Upacara adalah Stanislaus  Dawu. Sedangkan Komandan Upacaranya adalah Daniel Manek. Keduanya dikelilingi pasukan mantan pejuang dan sukarelawan Timor yang memiliki nama pasukan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Semuanya berpakaian warna kuning tanah dipadu topi korps warna serupa.

Puluhan warga sekitar dan tetamu memenuhi sebuah tenda jadi di bagian barat. Semuanya berkumpul untuk menyaksikan pelantikan Daniel Manek menjadi Ketua Markas Cabang (Mascab) LVRI Kabupaten Malaka Periode 2018-2023. Dia menggantikan posisi Gabriel Manek yang sudah selesai masa jabatannya.

Daniel Manek saat dilantik Ketua Mada LVRI Propinsi NTT Stanislaus Dawu di Lapangan Mini Labarai Desa Labarai Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka, Kamis (08/11/2018). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Pelantikan ini dilakukan Ketua Markas Daerah (Mada) LVRI Propinsi NTT Stanislaus Dawu ditandai pencopotan baju Daniel Manek. Selanjutnya, kepadanya dikenakan pakaian seragam LVRI dipadu topi korps.

Stanislaus dalam sambutannya meminta Daniel untuk tetap membangun kebersamaan dan kekompakan dalam membangun bangsa dan negara melalui LVRI. Daniel juga diminta untuk membantu mengurus hak-hak anggota.

Para pejabat Kabupaten Malaka ikut hadir. Antara lain Asisten II Silvester Letto dan Staf Ahli Maria Theresia Un Manek-Asa. Ada pula anggota DPRD Malaka Emanuel Wempi dan anggota DPRD NTT Angelino da Costa.

Daniel Manek kepada wartawan seusai pelantikan mengatakan, sejak terpilih September 2018, dia bersama seluruh anggota LVRI Mascab Malaka telah membangun Kantor Mascab LVRI Kabupaten Malaka dalam tempo hanya tiga minggu di Labarai.

Mengawali kepemimpinannya, Daniel akan fokus untuk memberantas pungli yang selama ini melilit LVRI. Sebab, ada oknum-oknum tertentu baik di luar LVRI maupun di internal LVRI yang memanfaatkan LVRI untuk mendapat keuntungan tertentu.

Oknum-oknum itu, menurut Daniel, memungut uang dalam jumlah bervariasi dari masyarakat dengan iming-iming diterima menjadi anggota LVRI.

Karena itu, bagi Daniel, penting para veteran  menghadirkan Kantor Mascab LVRI di Malaka. Sehingga, bersamaan dengan pelantikan ini pun dilakukan peresmian Kantor Mascab tersebut. Peresmian ini ditandai pembukaan selubung papan nama yang dilakukan Asisten II Silvester Letto. Dilanjutkan pengguntingan pita yang dilakukan Staf Ahli Maria Theresia Un Manek-Asa.

Siapa Daniel, inilah profilnya. Daniel lahir di Klatun Desa Bisesmus Kecamatan Laenmanen Kabupaten Malaka pada 01 Juli 1955. Kini, Daniel bersama istrinya Maria Sarlin menetap di Desa Tesa Kecamatan Laenmanen. Dari perkawinan keduanya, mereka dikaruniai lima anak, yakni Gregoruis Y. Manek, ST, Mathilda D. Manek, SSos, Brigita D.  Manek, STr, Kosmas H. Manek dan Agapitus Manek.

Daniel menjalani pendidikan sekolah dasar di SDK Areo, SMPN 2  Gianyar Bali dan SMK Kristal Dili.

Di militer, karirnya cukup mencengangkan. Menjadi Tantama TNI-AD pada 1977. Selanjutnya, menjalami penugasan awal  dengan bergabung  di Denzipur 9 Gianyar-Bali Kodam/IX Udayana.

Daniel kemudian menjalani  pendidikan kejuruan sekolah Tantama Zeni Bangunan di Bogor pada 1979 dan sekolah pendidikan Tantama mengemudi pada 1980 di Cimahi.

Pada 1981, Daniel menjalani tugas tempur dalam  Operasi Seroja Timor Timur di Kabupaten Viqueque sampai dengan 1982.

Pada 1986 sampai 1988 menjalani  tugas tempur di  Kabupaten Lospalos dan Baucau.

Pada 1988 pindah ke  Denzibang 4 Korem Dili sampai dengan  1999. Saat  eksodus warga  Timor Timur,   pindah ke Denzibang 1 Kupang sampai pensiun 2003 dengan pangkat Sertu. (*)

Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *