Tiga Jembatan Kabupaten di Kecamatan Io Kufeu Nyaris Putus

OETFO, TIMORline.com-Tiga jembatan kabupaten di Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) nyaris putus. Karena itu,  Pemerintah Kabupaten Malaka (Pemkab) diharapkan segera memperbaikinya.

Sesuai pantauan TIMORline.com, Senin (12/11/2018), tiga jembatan kabupaten itu berada di wilayah Desa Bani-Bani. Kondisinya sangat parah.

Jembatan Nose, misalnya, mengalami longsoran hingga jembatannya menyisakan setengah bagian. Kini, yang tersisa pada bagian ini hanya slof atas. Bagian bawahnya kosong sama sekali. Sehingga, pandangan mata langsung tertuju pada kali mati yang ada di bawahnya.

Kondisi Jembatan Tua Enoranan di Desa Bani-Bani. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Tak jauh dari sini, ada Jembatan Tua Enoranan. Permukaan badan jembatan ini  terlihat retak-retak. Lubang-lubang  terlihat di seluruh badan jembatan. Sehingga, dikuatirkan, jembatan ini akan runtuh saat musim hujan.

Jembatan lainnya adalah Jembatan Oetfo. Jembatan ini kini tinggal setengah bagian. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, warga sekitar memberi tanda menggunakan kayu kemiri.

Yakobus Rae, warga sekitar mengatakan, di jembatan ini, sudah  beberapa kali terjadi kecelakaan pada siang hari dan malam hari. Pada malam hari, sebuah kendaraan roda empat tercebur ke dalam kali. Kendaraan itu baru berhasil  dievakuasi  pemilik menggunakan alat berat tiga hari kemudian.

Sedangkan kecelakaan yang terjadi pada siang hari itu yang menjadi korbannya adalah seorang penjual ikan keliling. Saat itu, penjual ikan bersama sepeda motor dan ikan jualannya tercebur ke dalam kali. Tetapi, sepeda motornya tidak rusak. Hanya ember ikannya yang pecah. Pengendara dan sepeda motornya berhasil dievakuasi warga sekitar.

Kondisi Jembatan Oetfo saat ini. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Kepala Desa Bani-Bani Yohanes Un yang dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (14/11), mengatakan, tiga jembatan kabupaten itu  berada di wilayahnya. Dia tahu kalau ketiga jembatan itu dalam kondisi rusak parah. Tetapi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

Menurut Kades Yohanes, ketiga jembatan itu dibangun pada 1977. Sehingga, wajar kalau saat ini kondisinya sangat memrihatinkan.

Apakah bisa diusulkan perbaikannya melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam), Kades Yohanes bilang, bisa saja begitu. Tetapi, tentu tidak bisa diakomodir. Karena urusan  jembatan itu merupakan wewenang pemerintah kabupaten.

Camat Io  Kufeu Laurensius Seran melalui pesan WhatsApp yang diterima TIMORline.com, Rabu (14/11) siang, menjelaskan, pihaknya akan mengusulkan perbaikan ketiga jembatan itu melalui Musrenbangcam Tetapi, tetap merupakan kewenangan kabupaten, masuk dalam jalur Balibo-Raymea.

Dia berharap ketiga jembatan tersebut cepat diperbaiki. Bila tidak, bisa saja runtuh saat musim hujan mendatang. (*)

Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *