Monitoring Pejabat Kemenkes RI di Malaka, Sugiarto: Pembangunan Puskesmas Tunabesi baru 10 Persen

BETUN, TIMORline.com-Kepala Seksi (Kasi) Peralatan Puskesmas pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Sugiarto menilai pembangunan Puskesmas Tunabesi Desa Tunabesi Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru 10 persen.

Penilaian itu  disampaikan Sugiarto kepada Anwar selaku kepala tukang di sela-sela kunjungan  monitoring tim Kemenkes RI di Puskesmas Tunabesi, Rabu (25/10/2018). Ikut mendampingi tim ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka drg.  Paskalia Frida Fahik dan Sekretaris-nya Herman Klau. Mereka tiba di Puskesmas Tunabesi sekira pukul 12.30 wita. Setelah melihat langsung progres pekerjaan pembangunan puskesmas ini, Sugiarto mendesak kontraktor pelaksana dan pengawas konsultan untuk mempercepat pekerjaan yang ada. Sebab, progresnya baru 10 persen.

“Kalau seperti ini pekerjaannya, bisa saja tidak selesai sesuai waktu yang sudah ditentukan. Sebab, selain pekerjaannya dimulai terlambat, tidak lama lagi sudah  hujan.

Menurut Sugiarto, progres pekerjaan seperti ini menjadi catatan bagi Kabupaten Malaka  ke depan. Sebab, tentunya Kabupaten Malaka  dinilai tidak mampu mengelola keuangan yang diberikan pusat. Tetapi, bila progres pekerjaannya bagus, kementerian akan memberi lebih dari yang sekarang.

“Dana sedikit saja tidak bisa dikelola apalagi dananya besar”, kata Sugiarto.

Sugiarto kemudian bersama-sama dengan Anwar selaku kepala tukang dan TIMORline.com berjalan keliling lokasi bangunan untuk melihat langsung progres pekerjaan yang sesungguhnya.

Sesuai pantauan TIMORline.com bersama Sugiarto dan Anwar, saat ini baru selesai dilakukan pemasangan fondasi tetapi belum dicor. Material berupa batu, pasir, batu bata, papan, besi beton dan tanah galian fondasi tampak berserakan. Tiang-tiang beton sudah didirikan  tetapi belum dicor. Bagian dalam bangunan baik fondasi maupun kamar-kamar belum diratakan. Bagian samping bangunan tidak jelas ukurannya. Padahal, menurut Sekretaris Dinkes Kabupaten Malaka Herman Klau, bagian samping bangunan harus dibuatkan jalan keliling. Sehingga, kendaraan bisa masuk melalui samping kiri dan langsung keluar di sebelah kanan, atau sebaliknya, tergantung teknis pengaturan kendaraan.

Anwar selaku kepala tukang berjanji untuk mempercepat pekerjaan sehingga selesai tepat waktu.

“Nanti kita lembur malam”, tandas Anwar.

Anwar sendiri mengaku bingung  menerima pekerjaan yang ada. Sebab, dia diminta seseorang tetapi kemudian orang lain yang suruh dia ke Malaka untuk menangani pembangunan Puskesmas Tunabesi. Sementara dia sendiri tidak bertemu sama sekali  dua orang itu.

Untuk mempercepat pekerjaan, saat ini sudah ada 23 pekerja. Pekerja akan ditambah dengan mendatangkan pekerja dari Jawa. Tampak pekerja baik lokal maupun non lokal sementara kerja. Mereka sedang memasang besi beton cor fondasi.

Pejabat Kemenkes RI pose bersama pejabat Dinkes Kabupaten Malaka dan Kepala Puskesmas Tunabesi bersama staf. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Kepala Puskesmas Tunabesi Theresia Imelda Bubu bilang, sesuai rencana, sebetulnya bangunan itu mulai dikerjakan Agustus 2018. Tetapi, baru dimulai Oktober.

Jhony, pengawas konsultan, berkomitmen tetap berada di lokasi untuk mengawasi  perkembangan pekerjaan.

Monitoring pejabat Kemenkes RI di Kabupaten Malaka ini untuk melihat langsung perkembangan pembangunan Puskesmas Tunabesi di Kecamatan Io Kufeu, Puskesmas Sarina di Kecamatan Botin Leobele, Puskesmas Biudukfoho di Kecamatan Rinhat dan Puskesmas Betun di Kecamatan Malaka Tengah. (cyk/til).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *