Gerombolan Pemuda Kateri Diduga Serang Warga Builaran Saat Acara Syukuran Sambut Baru

HAREKAIN, TIMORline.com-Segerombolan pemuda Desa Kateri Kecamatan Malaka Tengah diduga kuat melakukan penyerangan terhadap warga Desa Builaran Kecamatan Sasitamean pada Jumat (26/10/1018) malam sekira pukul 23.00 wita.

Kepala Desa (Kades) Builaran Alfons Luan yang ditemui TIMORline.com, Sabtu (27/10), menjelaskan, penyerangan itu terjadi saat warganya sedang mengadakan acara syukuran sambut baru Dewi Manek, anak pasangan suami-istri Ariyanto Manek-Adelfina Kolo, di Dusun Harekain Desa Builaran Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kedatangan gerombolan pemuda tak diundang itu saat acara bebas. Acara  ini diisi dengan tarian tebe, sebuah tarian  tradisional-populer ala Malaka.

“Saat itu keluarga sementara tebe yang kedua. Ketiga dengan pembukaan. Keluarga masih lengkap tetapi tidak tahu sama sekali kalau ada anak-anak muda desa tetangga datang”, kata Kades Alfons.

Sekira pukul 22.45 wita, Kades Alfons bersama istrinya hendak pulang rumah di Builaran. Tepat di pintu pagar keluar tenda acara, Kades Alfons berpapasan dengan Sinthus Klau, seorang pemuda Desa Kateri. Sinthus sempat tegur-sapa dengan sang kades, “Bapak pulang kah”. Mendapat tegur-sapa itu, Kades Alfons hanya mengatakan, “Iya, pulang dulu”. Tanpa curiga, Kades Alfons bersama istri melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.

Sabtu (27/10) siang, TIMORline.com mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah pesta di Dusun Harekain.  Sebagian besar keluarga sambut baru terlihat masih berkumpul. Mereka pada bingung dan bertanya-tanya apa motif kejadian itu.

Yan Fuin, salah satu anggota keluarga sambut baru, mengatakan, sekira pukul 23.00 wita, keluarga anak sambut baru yang sementara tebe diserang membabi-buta dari berbagai arah menggunakan batu. Gerombolan pemuda Kateri malahan langsung mengepung-lingkar tenda acara. Tetapi, apa motifnya, mereka tidak tahu. Sebab, sejauh ini tidak ada masalah antara warga Desa Builaran dan Kateri.

Lima pemuda Kateri diketahui pasti berhasil masuk dalam tenda, yakni Sinthus Klau, Jun Klau, Toni Oki, Egi dan Eddy.

Kanit Reskrim Polsek Sasitamean Bripka Anjas Zacharias (tengah) sedang memintai keterangan salah satu warga. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Gaudens Manek,  pemuda Dusun Harekain adalah salah satu korban pemukulan Sinthus Klau. Gaudens bahkan nyaris ditikam Sinthus menggunakan pisau. Tetapi, Gaudens sempat lari menyelamatkan diri.

“Dia pukul saya pakai tangan dari belakang. Setelah pukul, dia cabut pisau dari samping kiri pinggangnya. Pisau itu saya lihat jelas sehingga saya langsung lari”, jelas Gaudens kepada keluarga dan tim Polsek Sasitamean, Sabtu (27/10).

Korban lainnya adalah Agnesia Seuk Seran, salah satu teman sambut baru Dewi Manek. Dia kena lemparan batu di leher bagian kiri saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya yang letaknya tak jauh dari TKP.

Agnes menceritakan apa yang dialaminya kepada polisi dengan menangis sambil dipeluk Kades Builaran Alfons Luan.

Korban lainnya adalah Laak Seran, Erik Metak, Yosef Anus Bau, Yorry Nahak, Rino Mau, Yansen Kali dan Yulius Fahik.

Korban Yansen Kali adalah  kepala dusun Harekain. Dia kena lemparan batu di siku kanannya. Yulius Fahik kena lemparan batu di perut bagian kiri. Selain warga, beberapa kursi juga rusak.

Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Sasitamean Bripka Anjas Zacharias yang memimpin langsung timnya mendatangi TKP berharap keluarga anak sambut baru tenang, tidak main hakim sendiri dan menyerahkan masalahnya kepada pihak kepolisian.

“Serahkan masalahnya kepada kami. Kami selidiki dulu. Nanti kami  minta keterangan beberapa saksi korban yang ada, baru dikembangkan”, kata Bripka Anjas.

Menurut dia, hingga saat ini baik keluarga maupun pihak kepolisian belum tahu pasti motif kejadiannya. Tetapi, dia yakin, motif kejadian akan ketahuan setelah para saksi dan beberapa orang yang diduga sebagai pelaku dimintai keterangan.

Bripka Anjas berharap keluarga anak sambut baru atau tuan pesta tetap membantu kepolisian dengan memberikan informasi yang diperlukan.

Saat di TKP, Bripka Anjas  mendapat informasi awal dari beberapa korban, antara lain Agnesia Seuk Seran, salah satu teman sambut baru Dewi Manek, Yansen Kali dan Gaudens Manek. (cyk/til).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *