OPM Menulis Surat Terbuka kepada Presiden Joko Widodo

SEBUAH surat terbuka diduga  ditulis  dan dikirim Organisasi Papua Merdeka (OPM) ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo.

Mereka mengeluhkan kekayaan alam, perilaku perusahaan tambang puluhan tahun, perlakuan kepemimpinan nasional, domisili di hutan dan kehadiran angkatan bersenjata di sana.

Mereka juga mengeluhkan harga bahan bakar minyak (BBM), semen dan pengrusakan hutan. Semua itu yang mendorong mereka memberontak dan melawan meskipun hanya menggunakan alat senjata yang terbatas.  Meskipun begitu, mereka berpendapat, pemimpin dan presiden hebat yang patut mereka hormati adalah Presiden Joko Widodo. Bahkan, mereka berkomitmen kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pun mengakui Presiden Joko Widodo sebagai Bapak Papua. Komitmen dan pengakuan itu berlanjut dengan pernyataan dukungan OPM kepada Joko Widodo melanjutkan kepemimpinannya di Periode Kedua 2019-2024. Berikut isi lengkap surat terbuka OPM kepada Presiden Joko Widodo:

SURAT TERBUKA OPM KEPADA PRESIDEN INDONESIA JOKO WIDODO

“setelah bertahun tahun lamanya kekayaan alam kami di rampas, di kuras, dan di peras oleh perusahaan perusahaan tambang, sehingga dampak tambang tersebut, ekosistem alam kamipun jadi ikut rusak sedemikian hebat. Otomatis kami protes dan memberontak, karna kami mencintai tanah warisan leluhur kami di mana jiwa kami telah menyatu dengan alam. rusaknya alam kami, berarti rusaknya jiwa raga kami.

Kami memberontak tapi kami tidak berdaya melawan senjata penguasa. kami cuma bisa melihat dari jauh, kami cuma bisa menangisi bumi yg di anugrahkan Tuhan untuk kami jaga dan kami rawat dirusak dan di perkosa sama penguasa yg tamak. tanah yg sudah turun temurun kami diami di porak porandakan. tanah yg di wariskan nenek moyang kami sudah di kotori sama tangan tangan besi yg menghunuskan senjatanya membunuh saudara saudara kami yg memberontak mempertahankannya. entah sama siapa lagi kami mengadu. nggak ada yg peduli.

Presiden RI Joko Widodo berdialog dengan pedagang Papua.

Melelui surat terbuka OPM ini, kami nyatakan kami terus berdoa supaya lahir seseorang pemimpin yg peduli dengan tanah kami, nasib kami, penderitaan kami dan masa depan kami. kami percaya kalau Tuhan nggak pernah tidur…..

Ketika kekayaan alam kami diambil, tanah kami jadi rusak, apa yg kami dapat? nothing…

kami seperti sapi perah penguasa, susu kami di peras dan kami di tinggalkan. nggak ada konpensasi nyata dari penguasa membangun tanah kami yg katanya juga “Indonesia”. semuanya cuma janji janji pembangunan. janji janji kesejahtraan. tapi buktinya nol sama sekali.

kami sadar kalau kami sudah di perdaya sama penguasa yg kami harapkan jadi tempat kami mengadu dan bernaung. sehingga kami yg di anak tirikan inipun putus asa, lalu kami berinisiatif membangun perlawanan dengan apapun yg kami punya dan apapun yg kami tahu. walaupun dengan senjata seadanya, tapi kami punya kekompakan yg tidak bisa di beli dengan uang. tekad kami, kami ingin berpisah dari NKRI. kami menyebut diri kami sebagai organisasi papua merdeka yg kami singkat dengan OPM sebagai kelompok pemberontak. Dan kamilah yang menulis surat terbuka OPM ini supaya bisa sampai pada Bapak Jokowi.

tanah kami yg subur, yg berlimpah kekayaan alamnya, harus kami perjuangkan meskipun harus menyabung nyawa.

katanya “Indonesia” tapi kami tidak di perhatikan samasekali. yg kami tahu Indonesia itu ada di pulau jawa. bukan tanah papua atau sabang sampai meraoke seperti di lagu kebangsaan itu. bukan…!

buktinya, pulau jawa yg lengkap fasilitasnya. lengkap pembangunannya.

Harga BBM mencapai Rp120 ribu, kami tidak demo, kebutuhan pokok selangitpun kami tidak demo. kami tidak diajarkan untuk mengeluh, kami di tempah sebagai pribadi yg tangguh manghadapi kerasnya kehidupan. kami terbiasa hidup seadanya, terbisa hidup di hutan, bangunan rumah dari gubuk seadanya tanpa penerangan. kami nggak kenal bangunan yg terbuat dari tembok semen. karna harga semen bisa mencapai Rp 2 juta per zhak di papua. tapi bukan berarti kami ingin terus terusan hidup seperti ini, kami juga ingin maju seperti yg lainnya. kami juga ingin anak anak kami kelak bisa merasakan kehidupan yg lebih baik dari kehidupan kami yg sekarang. itu doa kami…..

Pernyataan kembali ke pangkuan NKRI.

Ternyata doa kami di jawab Tuhan. doa lahirnya pemimpin yg peduli dengan rakyatnya. yg mengerti dengan penderitaan rakyatnya yg hampir putus asa. pemimpin yg jujur dan adil. yaitu bapak jokowi. bapak jokowi jadi penguasa bangsa ini sehingga tanah kami, alam kami, kesejahteraan kami, keluhan kami, semua bapak perhatikan dan bapak buktikan lewat pembangunan infrastructure dan program program lain yg memajukan dan mensejahterakan kami ke depan. kami OPM yg sebelumnya memberontak ingin berpisah, akhirnya memutuskan kembali ke pangkuan NKRI…..

Bapak Jokowi anugrah terbesar bagi kami masyarakat papua, bapak sudah membangun tanah kami, dan kami akan membesarkan anak anak kami dengan sehat dan menberitahukan pada mereka kalau papua juga bagian dari NKRI.

dan yg lebih penting, suatu saat nanti, kami dengan bangga menceritakan kelak pada anak cucu kami kalau dulu pernah ada presiden yg jujur, adil dan berjasa besar membangun negara, membangun papua bernama “joko widodo” di Indonesia. sejarah ini akan jadi legenda yg tak terlupakan di bumi cendrawasih kelak……

Kami berjanji, kami siap berjuang mendukung bapak kembali memimpin negara ini 5 tahun ke depan. biar Indonesia, biar papua semakin maju dan terus maju, di segani dan di hormati di dunia international….

Terima kasih pak jokowi, kami anak anak papua menyatakan kalau kau adalah “bapak” orang papua…

GOD BLESS YOU Godfather joko Widodo.

Salam Dua Periode

GJM (Surat Terbuka OPM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *